Pabrik Ponsel Oppo di Indonesia Bisa Tampung 1.000 Karyawan

Pabrik ponsel Oppo yang berdiri di atas areal seluas 27.000 meter persegi itu akan memiliki fasilitas lengkap.

oleh Denny Mahardy diperbarui 26 Feb 2015, 11:33 WIB
OPPO R5

Liputan6.com, Jakarta - Produsen ponsel pintar asal Tiongkok, Oppo mengklaim perusahaannya serius bermain di pasar ponsel Indonesia. Oppo bahkan sudah membangun pabrik ponsel yang berlokasi di sekitar Tangerang, Banten.

Oppo telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk membangun pabrik ponselnya itu. Investasi awal yang dikeluarkan Oppo adalah sebesar US$ 30 juta atau setara Rp 385,5 miliar demi membangun fasilitas maupun mesin untuk produksi.

"Pabrik ponsel milik Oppo yang dibangun di kawasan Mauk, Tangerang akan punya 10 line produksi yang mampu membuat 500 ribu unit smartphone setiap bulan dan bisa menampung lebih dari 1.000 karyawan, lengkap dengan gudang dan fasilitas lainnya," ungkap Aryo Meidianto, Media Engagement Oppo Indonesia.

Lebih lanjut Aryo mengatakan, Oppo berkomitmen untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. Oppo berinvestasi sebesar US$ 30 juta untuk membangun pabrik ponsel dari mulai membeli kawasan pabrik dan segala kebutuhan produksi lainnya.

Aryo melanjutkan, pabrik ponsel Oppo yang berdiri di atas areal seluas 27.000 meter persegi itu akan memiliki fasilitas lengkap mulai dari gudang, ruang produksi dan berbagai kebutuhan pabrik lainnya.

Rencananya pabrik ponsel Oppo ini akan mulai beroperasi di Indonesia mulai April mendatang. Menurut Aryo, lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan bandara Soekarno-Hatta yang akan mempermudah akses pengiriman komponen dan bahan produksi ponsel Oppo.

"Bangunan pabriknya sudah jadi, sekarang kita tinggal menunggu mesinnya datang. Kalau sudah datang mungkin kita bisa segera memfungsikannya untuk membuat ponsel yang dipasarkan di Indonesia," tambahnya.

Pembangunan pabrik di Indonesia sedang gencar dibangun oleh sejumlah vendor smartphone demi memenuhi aturan baru terkait smartphone berfitur 4G LTE. Pemerintah mensyaratkan smartphone 4G harus memiliki kandungan lokal minimal 40%.

(den/dew)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya