Tanggapan Ahok soal Jakarta Kembali Terkepung Banjir

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, banjir di Jakarta memang belum bisa tertangani dengan baik.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 23 Jan 2015, 10:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan Program aplikasi PetaJakarta.org sebagai upaya untuk penanggulangan Banjir, Jakarta, Selasa (2/12/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa hari ini terus dilanda hujan lebat. Akhirnya, pada Jumat pagi hampir seluruh wilayah Jakarta dikepung banjir dan genangan. Efeknya pun beragam, salah satunya kemacetan lalu lintas yang tidak bisa terelakan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, banjir di Jakarta memang belum bisa tertangani dengan baik. Beberapa pompa yang belum berfungsi maksimal dinilai menjadi salah satu penyebab utama jalan-jalan di Jakarta tergenang air.

"Memang Kali Sentiong belum beres. Kali Sentiong masih pasang pompa besar, lagi didesain, mau dikerjain. Cakung Drain yang Kelapa Gading penuh kawasan kumuh," jelas Ahok di Balaikota, Jakarta Jumat (23/1/2015).

Selain itu, wilayah seperti Gunung Sahari masih juga tergenang karena pompa yang menembuskan aliran dari Kali Ciliwung ke Pasar Ikan juga belum sepenuhnya berfungsi. Belum lagi beberapa kendala lain seperti keberadaan rumah kumuh.

"Makanya saya katakan kenapa Gunung Sahari tergenang juga. Pompa Pasar Ikan itu sudah beres sebetulnya," jelas dia.

Pihaknya memang sedang merencanakan tembusan air sepanjang 2,8 kilometer. Hanya, adanya rumah-rumah permanen membuat jajarannya kesulitan melakukan revitalisasi.

"Tapi mau bikin tembusan air ini 2,8 kilometer, ada 980 rumah yang permanen di atas sungai semua. Kita mau desak bubar, rumah susun sudah ada. Rumah susun sudah siap kita akan sikat," tandas Ahok. (Tnt/Yus)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya