Pemakaman Online, Jurus Ahok Minimalisir Penyelewengan

Melalui laman pemakaman, warga bisa langsung memesan lokasi yang kosong.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 22 Jan 2015, 15:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan Program aplikasi PetaJakarta.org sebagai upaya untuk penanggulangan Banjir, Jakarta, Selasa (2/12/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pemesanan makam secara online menjadi salah satu terobosan yang akan diterapkan di Jakarta. Nantinya, warga bisa mencari sendiri lokasi taman pemakaman umum yang kosong di website atau laman.

"Dia bisa datang langsung cari kan? Minimal kalau sudah ditempelin, kalau hari ini ada yang meninggal dia bisa tahu mana yang kosong," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Melalui laman pemakaman, warga bisa langsung memesan lokasi yang kosong. Kalau pun ada petugas yang bersikeras menyatakan lokasi itu sudah diisi, warga bisa menanyakan data lengkap.

"Jadi nggak bisa lagi datang ke petugas, eh ini ada yang kosong nih tiba-tiba petugas bilang nggak, nggak, sudah isi, sudah isi. Nah, dia tinggal ngomong siapa yang isi? Kapan meninggalnya? Ini penting," ujar Ahok.

Meski sudah berbasis online, Ahok tidak memungkiri masih ada celah melakukan manipulasi. Kekacauan yang ada dalam data juga dianggap pelanggaran, karena dapat mengawasi sistem ini. "Memang praktik kalau orangnya main nggak gampang."

"Makanya berdebat masyarakat dengan petugas nggak mudah. Kan dia nggak mungkin mengubah tampilan website yang kemarin. Nah, dia butuh isi. Bisa aja, dia nggak mau isi supaya datanya nggak akurat pasti terjadi, setahun pertama, setahun pecatin aja," tandas Ahok. (Rmn/Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya