Pria dengan Gangguan Ini Sebaiknya Tak Pakai Celana Dalam Ketat

Varikokel hindari pemakaian celana dalam ketat

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 14 Jan 2015, 13:00 WIB
Dalam gambar Reeves hanya mengenakan kaca mata hitam dan celana jis saat menggeber sepeda motor.

Liputan6.com, London Pria dengan kondisi varikokel harus lebih berhati-hati dalam memilih celana dalam. Konsultan Urologi di Queen Elizabeth Hospital dan BMI The Priory Hospital, Inggris, Zaki Almallah, mengatakan, pria dengan varikokel dianjurkan tidak mengenakan celana dalam yang ketat karena untuk melindungi kesuburan mereka dan menjaga kesehatan kelamin dalam jangka waktu yang panjang.

Melansir laman Daily Mail, Rabu (14/1/2015), varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum, dan varikokel mirip dengan varises vena yang sering menimpa kaum pria. Di Inggris, varikokel telah memengaruhi 15 persen pria, yang kerap muncul tanpa gejala tetapi menimbulkan rasa nyeri yang cukup menjengkelkan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melibatkan 9.000 orang pria, menunjukkan bahwa varikokel biasanya disertai dengan gangguan kualitas dan penurunan jumlah sperma.

Almallah, mengatakan, ada satu teori yang menjelaskan kalau munculnya varikokel dikarenakan jumlah darah yang cukup banyak dari biasanya di sekitar testis, yang membuat mereka lebih hangat.

"Inilah yang dapat memengaruhi produksi sperma dan kesuburan," kata Almallah.

Varikokel telah dikaitkan dengan mengurangnya kadar testosteron. Terlalu hangat kondisi di tempat tersebut, dapat mengganggu sel-sel yang menghasilkan testosteron, terlebih yang sensitif terhadap temperatur.

Bila jumlah testosteron berkurang, dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi dan libido yang rendah juga. Seperti diketahui bahwa testosteron yang rendah telah dikaitkan dengan risiko terhadap sindrom metabolik (kombinasi dari diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya