6 Fakta tentang Kebahagian Seorang Ibu

Setiap anak punya keinginan untuk membahagiakan ibunya. Bagaimana cara yang paling tepat? Foto dari: pixabay.com

oleh Karmin Winarta diperbarui 22 Des 2014, 12:05 WIB
Setiap anak punya keinginan untuk membahagiakan ibunya. Bagaimana cara yang paling tepat? Foto dari: pixabay.com

Citizen6, Jakarta Selamat Hari Ibu! Artinya, tugas hari ini adalah membahagiakan ibu. Bagaimana caranya agar orang yang telah melahirkan kita itu bisa lebih bahagia hari ini?

Berikut fakta-fakta mengenai hubungan ibu dengan kebahagiaan dari Happify, sebuah situs yang membantu memahami kebahagiaan ibu berdasarkan penelitian yang telah dilakaukan.

Berikut berbagai fakta mengenai ibu dan kebahagiaan.

1.    Apa yang membuat seorang ibu merasa diapresiasi?

Happify mengemukakan bahwa seorang ibu senang jika dipuji dan mendengar ucapan “terima kasih”. Seorang ibu juga senang diberi kartu ucapan, hadiah, dan bunga. Juga, diberikan sarapan di atas tempat tidurnya. Perasaan bahagia dari orangtua biasanya akan lebih besar saat umur diatas 40 tahun (berdasarkan studi pada 200.000 pria dan wanita).

2.    Kapan waktu yang tepat untuk membahagiakan ibu/orangtua?

Ditemukan hasil dari penelitian, bahwa orangtua menemukan hidup yang lebih berarti ketika menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka. Jadi? Selama orangtua masih ada, usahakan untuk menyisihkan waktu untuk selalu bersama mereka.

3.    Bagaimana hubungan ibu saat mengasuh bayi?

Pada masa ini seorang ibu seharusnya tenang. Berdasarkan riset yang dilakukan Happify, seorang ibu yang berpikir bahwa dialah sosok terpenting dalam kehidupan bayinya dan selalu memprioritaskannya cenderung kurang puas dibanding seorang ibu yang kurang intens dengan bayinya.

Jika hal itu terjadi, mulailah memeluk sang bayi. Memegang bayi dapat memberikan perasaan alami dari “hormon kasih sayang” oxytocin yang mengurangi tekanan darah.

4.    Bagaimana dengan seorang ibu yang bekerja?

Janganlah terlalu stress dalam pekerjaan. Pertama-tama ditemukan 62% ibu yang mempunyai pekerjaan secara full-time berpikir lebih baik bekerja secara part-time. Lalu, jangalah terlalu perfeksionis dalam kehidupan pekerjaan. Seorang ibu dengan pekerjaan dan tidak terlalu berharap hidupnya sempurna  cenderung tidak terlalu stress. 

5.    Momen yang tepat pada Hari Ibu?

Orangtua cenderung lebih tidak bahagia bersama pasangannya jika dibanding orang biasa, karena mereka kebanyakan kurang memberi effort kepada pasangannya. Maka dari itu, di Hari Ibu ini, tidak melulu soal ibu kepada anak. Bagaimana soal suami kepada istri? Bisa juga kan. Nah, saatnya membahagiakan pasangan hidup di Hari Ibu ini!

6.    Apa yang seorang ibu pikirkan di Hari Ibu?

Riset menemukan bahwa kebanyakan laki-laki, berpikir bahwa bunga adalah sesuatu yang diinginkan oleh seorang ibu pada perayaan Hari Ibu. Tetapi, 2 dari 3 ibu di AS menginginkan hadiah yang berguna dibanding kartu ucapan ataupun bunga.

Bagaimana dengan ibu-ibu di Indonesia? Happify menuturkan bahwa, hadiah yang mereka inginkan adalah quality time bersama keluarga dan makan bersama.

Intinya, kehadiran anak/suami sungguh penting di Hari Ibu. Bahagiakan ibu selagi ada, apalagi di hari yang spesial ini. Selamat Hari Ibu!


Pengirim:

Luki Viali Tobing

 
 **Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6?. Caranya bisa dibaca  di sini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya