JK: Bentrok TNI Vs Polri karena Saling Tersinggung di Pom Bensin

JK menilai, jika tak segera diatasi sampai tuntas, maka bentrok TNI vs Polri bakal terus berulang.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 20 Nov 2014, 19:12 WIB
JK menilai, jika tak segera diatasi sampai tuntas, maka bentrok TNI vs Polri bakal terus berulang.

Liputan6.com, Jakarta - ‎Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyayangkan bentrok TNI vs Polri yang terjadi Rabu malam 19 November 2014 kemarin. Dia menduga, ada permasalahan yang sudah terjadi hingga puncaknya terjadi bentrok tersebut.

"Ya, kan ini tidak begitu saja. Jadi tidak lepas dari masa lalu, masalah-masalah ini kan kalau kita lihat hanya saling tersinggung pribadi di pom bensin," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/22/2014).

Menurut JK, bila bentrok prajurit TNI dan anggota Brimob di Batam tidak segera diatasi sampai tuntas, peristiwa tersebut akan terus berulang.

"Ya, apalagi di Batam ini kan suatu kondisi yang beberapa kali. Ya, artinya bibit-bibit personel itu masih ada, jadi memang harus disatukan dengan baik," tandas JK.

Bentrok antara anggota TNI Yonif 134 TS dan Brimob Polda Kepulauan Riau terjadi sejak Rabu petang 19 November hingga Kamis 20 November 2014 dini hari tadi. Bentrokan diduga berawal dari saling pandang antara 2 anggota kesatuan tersebut saat melakukan pengisian BBM.

Bentrokan diduga akibat kesalahpahaman ketika tim gabungan Brimob Polda Kepri dan Polresta Barelang tengah merazia penimbunan BBM di sebuah gudang. Akibat bentrokan ini, 4 orang luka-luka.

TNI AD memastikan 1 prajuritnya tewas usai baku tembak dengan Brimob Kepulauan Riau. Prajurit dari Batalyon Infanteri (Yonif)154 Tuan Sakti itu berpangkat Prajurit Kepala atau Praka.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, dirinya bertanggungjawab atas bentrok TNI vs Polri itu. "Saya yang bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Gatot. (Rmn/Ndy)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya