Haji Lulung: Ahok Sumber Konflik di DKI

Lulung mengancam akan melakukan pemilihan gubernur tandingan bila Mendagri tetap memaksakan pelantikan Ahok.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 12 Nov 2014, 00:03 WIB
Ahok dan Lulung

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPD PPP DKI Jakarta versi Djan Faridz, Abraham 'Lulung' Lunggana atau sering disapa Haji lulung mengaku turut menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebab, menurut dia, Ahok adalah sumber konflik di Ibukota.

"Ahok jadi sumber konflik di DKI. Banyak pernyataan yang kontroversi, terakhir beliau mengatakan tidak ingin jadi budak DPR. Dia juga sebut DPR sumber korupsi," ujar Lulung usai deklarasi dan pengukuhan Pengurus KMP DKI periode 2014-2019 di Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014).

Dia mengatakan, penolakan pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bukan hanya desakan dari Front Pembela Islam (FPI), tapi juga masyarakat lain, termasuk dirinya.

Lulung pun mengancam akan melakukan pemilihan gubernur tandingan bila Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tetap memaksakan pelantikan Ahok sebagai Gubernur.

"Ini desakan masayarakat. Mendagri memaksakan apa yang disampaikan, maka kita akan mengangkat Gubernur tandingan," kata Lulung.

Lulung menjelaskan, seharusnya Mendagri berkompromi terlebih dahulu kepada DPRD maupun beberapa pihak dan tidak memaksakan kehendak untuk segera melantik Ahok. Menurut dia, ada permasalahan yang belum terselesaikan mengenai cara pandang pengangkatan gubernur dalam UU itu sendiri.

"Ini mengacu pada Undang Undang Nomor 32 tentang Pemerintahan Daerah dengan Undang Undang Nomor 29 tentang Pemilihan Kepala Daerah di daerah khusus Ibukota. Ini ini masih perdebatan," ujar dia.

Lulung kembali membantah, bila desakan penolakan terkuat justru datang dari FPI. "Kita terima masukan bukan hanya dari FPI. Sudah ada 99 ormas yang mendesak. Kita menampung aspirasi. Ini kehendak banyak lapisan," kata dia.

Berdasarkan masukan dari masyarakat itu, Lulung mengatakan, DPRD memikirkan untuk menggunakan kewenangannya seperti hak interpelasi, angket dan menyatakan pendapat kepada Ahok.

Menanggapi gubernur tandingan, Ahok sebelumnya mengatakan siap menghadapinya. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengaku siap bertemu dengan FPI terkait pemimpin DKI tandingan tersebut. "Kalau mau jadi gubernur, gubernur lawan gubernur baru mau gue ladenin,"‎ tegas Ahok.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya