Pasar Respons Positif Pidato Jokowi, Lirik 6 Saham Ini

Pelaku pasar respons positif pidato Jokowi di KTT APEC 2014 masih jadi sentimen utama IHSG.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 12 November 2014, 07:20 WIB
(Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, penguatan IHSG itu ditopang dari dana asing yang masih terus mengalir ke bursa saham. Kekuatan naik indeks saham pun mulai bertambah jelang rilis pengumuman suku bunga acuan BI Rate pada pekan ini.

"Potensi hari ini IHSG melanjutkan technical rebound dengan kisaran 4.989-5.074," ujar William dalam ulasannya, Rabu (11/11/2014).

Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menilai, koreksi IHSG selama enam hari ini akhirnya menemui titik cerah. Investor mulai melakukan aksi beli untuk spekulasi harga BBM bersubsidi dinaikkan setelah Presiden Joko Widodo pulang dari kunjungan luar negeri.

Yuganur menilai, IHSG akan cenderung ikuti kenaikan indeks saham Dow Jones selama ini. IHSG diperkirakan berada di level support 5.020-4.957-4.840 dan resistance 5.075-5.126-5.185.

Sedangkan dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan menguat di kisaran 5.015-5.060. Sejumlah sentimen yang mempengaruhi antara lain adanya respons positif dari pelaku pasar atas pidato yang dilakukan Presiden Joko Widodo di KTT APEC .

"Rencana penaikan harga BBM bersubsidi juga masih dinantikan pelaku pasar," tulis laporan PT Sinarmas Sekuritas.

Rekomendasi saham

Yuganur merekomendasikan beli untuk empat saham pada Rabu pekan ini. Saham-saham itu antara lain PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan ADES.

Sedangkan William memilih saham WTON, BBNI, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) untuk jadi pertimbangan pelaku pasar.

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT  Kalbe Farma Tbk (KLBF) karena pola gerak sahamnya sideways untuk meredakan tekanan jual sebelumnya dengan target resistance atas di Rp 1.720.

Ia merekomendasikan masuk saham KLBF di level pertama Rp 1.665, level kedua Rp 1.655 dan cut los point Rp 1.645. (Ahm/)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya