Liputan6.com, Jakarta Kedutaan Besar Austria untuk Republik Indonesia mengadakan konser kuartet saksofon secara cuma-cuma dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik dua negara. Kelompok kuartet saksofon 4saxess dari Austria tampil mempersembahkan sejumlah karya baik dari Eropa, Amerika, maupun Indonesia.
Konser tersebut diadakan pada hari Selasa (28/10/2014) lalu di Pusat Perfilman Umar Ismail di kawasan Kuningan, Jakarta. Dalam undangan dan pengumuman, tertulis bahwa konser akan dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Advertisement
Pengunjung tampak memenuhi ruangan walaupun kegiatan tersebut diadakan pada hari kerja di kawasan yang terkenal dengan kemacetannya pada jam pulang kerja. Konser itu sendiri dimulai sekitar 20 menit terlambat.
Dalam sambutannya, Duta Besar Berkuasa Penuh Austria untuk RI, Yang Mulia Andreas Karabaczek menekankan eratnya hubungan dua negara.
Ragam aliran
Kesabaran para pengunjung sirna setelah kelompok 4saxess itu kemudian memulai pertunjukkan dengan begitu apiknya dengan lagu pembukaan Allegro dari “Eine kleine Nachtmusik” karya Wolfgang Amadeus Mozart.
Suguhan selanjutnya masih merupakan karya dari Mozart, yaitu Divertimento, KV 136 Allegro-Andante-Presto, bagian pertama dari Salzburger Divertimenti.
Sejumlah karya lainnya mencakup Premier Quatour karya Jean-Baptiste Singelée, yang merupakan karya pertama yang dikhususkan untuk kuartet saksofon pada tahun 1857. Pada saat pertunjukan, kelompok tersebut membawakan bagian-bagian Andante-Allegro-Adagio-Allegreto.
Dalam kesempatan itu, 4saxess sempat menjelaskan sejarah singkat alat musik yang diciptakan oleh Adolphe Sax itu. Beliau sendiri lahir pada tanggal 6 November 1814 di desa Dinant di Belgia. Sepanjang perjalanan sejarahnya, alat musik saksofon mengalami evolusi dari bentuk awalnya yang tercipta 30 tahun setelah kelahiran Sax sehingga menjadi bentuknya yang sekarang.
Masih dari Eropa, dua karya berikutnya adalah Air (dari susunan orchestra ke tiga BWV 1068) dan Badinerie (dari susunan orchestra ke dua BWV 1067) oleh Johann Sebastian Bach. Suguhan Air oleh Bach ini cukup memukau mengingat perbedaan warna suara saksofon sopran yang menggantikan alunan utama yang biasanya dibawakan menggunakan alat musik flute yang ringan dan mengawang.