Pemerintahan SBY Dinilai Gagal Capai Swasembada Pangan

Pemerintahan SBY harus mengakui kegagalan program swasembada lima komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula, kedelai dan daging sapi.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 16 Okt 2014, 07:43 WIB
Presiden SBY akan menyerahkan Perppu UU Pilkada kepada DPR. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nampaknya harus mengakui kegagalan program swasembada lima komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula, kedelai dan daging sapi. Program tersebut sudah digembar-gemborkan pada 2010 supaya tercapai di 2014.

"Target swasembada lima komoditas belum tercapai. Kalau diklaim sudah swasembada beras bagaimana bisa, kan targetnya surplus beras 10 juta ton di 2014. Tapi sampai akhir tahun cuma 2 juta ton," kata Pengamat Pertanian, Khudori saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Pemerintah, dijelaskannya, mengklaim pengertian swasembada apabila 90 persen pasokan komoditas pangan terpenuhi dari produksi dalam negeri. Sedangkan porsi impor hanya 10 persen.

"Beras, jagung sih bisa dipasok dari dalam negeri, tapi impor gula masih 30 persen, kedelai apalagi, daging sapi juga belum. Bawang merah sudah bisa terpenuhi dari lokal," terang dia.

Penyebabnya, Khudori mengakui, terjadi ketimpangan antara produksi dalam negeri dengan permintaan sehingga pemerintah harus mengimpor cukup besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Di samping itu, dia menilai, selama 10 tahun berkuasa di negeri ini, Presiden SBY belum mencapai prestasi di sektor pertanian. Mulai dari kebijakan impor sampai defisit neraca perdagangan di sektor pertanian.  

"Impor masih saja sama dengan 9 tahun lalu, komoditas itu-itu saja. Lahan dan infrastruktur nggak bertambah, dan terjadi pelemahan neraca perdagangan di sektor ini karena berbagai perjanjian perdagangan bebas yang jadi boomerang sendiri buat kita," cetusnya.   (Fik/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya