Hari Tanpa Bra, Benarkah Bisa Cegah Kanker Payudara?

Banyak netizen di media sosial menilai, tidak ada korelasi antara tanpa bra dan kanker payudara

oleh Fitri Syarifah diperbarui 13 Okt 2014, 13:00 WIB
Banyak netizen di media sosial menilai, tidak ada korelasi antara tanpa bra dan kanker payudara

Liputan6.com, Jakarta Untuk beberapa wanita, acara 'No Bra Day' atau hari Tanpa Bra bukan tanpa kontroversi. Meski bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan payudara tapi banyak netizen di media sosial menilai, tidak ada korelasi antara tanpa bra dan kanker payudara.

Sebut saja, Yasmine Elghoul dalam tweetnya ‏@yasmiinex22  ia mengaku tidak mengerti korelasi antara tanpa bra dan kanker payudara.

"Don't understand how #nobraday supports breast cancer... last study I read found that wearing a bra doesn't correlate with getting cancer so," katanya,

Sementara Revhy ‏@rephilichious menyebutkan bahwa tanpa bra ia merasa lebih sehat dan bebas.

"do it for health ladies... #Ifeelfree ##nobraday," katanya.

Apapun komentarnya, anggota Redaksi Medis Klikdokter.com, dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan tidak ada keterkaitan penggunaan bra dengan munculnya kanker payudara.

"Sampai saat ini tidak ada penelitian yang menerangkan keterkaitan kedua hal tersebut. Namun yang perlu diperhatikan adalah ukuranbra yang kita pakai. Ukuran bra yang tidak tepat akan membuat payudara mengendur atau yang terlalu sempit akan membuat payudara tertekan, akibatnya aliran darah di sekitar payudara menjadi tidak lancar dan menimbulkan gangguan pegal dan nyeri di sekitar payudara," katanya.

Sementara itu, ilmuwan dari Sydney-Australia, Soma Grismaijer menemukan waktu ideal untuk mengenakan bra adalah kurang dari 12 jam. Ia menyarankan kepada wanita di seluruh dunia, jika ingin menghindari risiko kanker payudara sebaiknya tidak terlalu sering mengenakan bra.

Bagaimanapun, data dari rekam medis RS Kanker Dharmais 2010, mencatat, saat ini kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan. Di RS Dharmais sendiri, kanker payudara menduduki peringkat pertama dari 10 kanker terbesar. Hampir 85 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut. Hal ini akan mempengaruhi prognosis dan tingkat kesembuhan pasien. Padahal jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, maka tingkat kesembuhan pasien akan sangat baik.

Dengan adanya bulan Kesadaran Kanker Payudara Nasional, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan wanita dan pria dalam mencegah kanker payudara.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya