Rupiah Tertekan, Ini Pesan Jokowi kepada Politisi di Parlemen

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada politisi dan elit politik kalau setiap kebijakan dan produk birokrasi dilihat pasar.

oleh Septian DenyDiterbitkan 08 Oktober 2014, 14:20 WIB
(Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Rupiah pada perdagangan pagi dibuka pada level Rp12.213 per dolar AS. Bahkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah berada di posisi 12.241 per dolar AS dari periode 7 Oktober 2014 di level 12.190.

Pelemahan ini juga dikait-kaitkan dengan komposisi parlemen yang telah ditetapkan dengan DPR dan MPR dikuasai oleh Koalisi Merah Putih yang dipimpin oleh Partai Gerindra.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Terpilih 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pelemahan ini sebagai respons negatif pasar terhadap konsidi politik di Indonesia saat ini.

"Memang saya sampaikan sinyal yang ditangkap pasar direspons itu negatif," ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Dia mengungkapkan, untuk memperbaiki nilai tukar rupiah ini, maka respons negatif itu harus didengar oleh pemerintah dan para anggota parlemen.

"Kalau direspons negatif itu harus di dengar. Mendengar keinganan rakyat dan pasar," lanjutnya.

Menurut Jokowi, pasalnya saat ini situasi politik terus dipantau oleh pasar sehingga sebisa mungkin untuk tidak membuat keputusan yang bisa menimbulkan rasa tidak percaya pasar.

"Oleh sebab itu saya pesan kepada politisi-politisi, elit-elit politik, pesan setiap tingkah laku kita, setiap kebijakan dan produk-produk birokrasi kita dilihat pasar, dilihat rakyat," tandasnya. (Dny/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya