Cara Mudah Cegah Keinginan Bunuh Diri

Bunuh diri bisa dicegah, diawali dengan kepekaan terhadap seseorang.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 19 Sep 2014, 14:00 WIB
Gangguan jiwa berupa rasa sedih yang berlebih atau depresi berisiko tingkatkan upaya bunuh diri. (Foto: stylonica.com)

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat sebenarnya mampu mendeteksi orang yang berisiko tinggi lakukan upaya bunuh diri. Kuncinya adalah kepekaan. Sehingga aksi bunuh diri pun tak terjadi.

"Bunuh diri dapat dicegah. Semua anggota masyarakat dapat melakukan tindakan yang akan menyelamatkan kehidupan dan mencegah bunuh diri pada individu dan keluarga. Sangat dibutuhkan kerjasama erat antara banyak pihak. Baik antara individu, keluarga, masyarakat, profesi dan pemerintah untuk bersama-sama mengatasinya," jelas Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes RI Dokter Eka Viora, SpKJ dalam pers rilis saat peringata hari pencegahan  bunuh diri sedunia ditulis (18/9/2014).

Jika kerjasama antarlingkup itu benar-benar terjadi angka bunuh diri pun bisa ditekan. Menurut data WHO pada 2010, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa. Jika tidak ada upaya bersama WHO meramalkan pada 2020 angka bunuh diri di Indonesia mencapai 2,4 per 100.000 jiwa.

Tak ada sulitnya bukan untuk jadi lebih peka terhadap sesama. Jika mendapati seseorang mengalami kesedihan, kecemasan, perubahan suasana perasaan, keresahan, kebingungan, cepeat marah, penurunan aktivitas sehari-hari, sulit tidur, perilaku menyakiti diri sendiri dan mengisolasi artinya Anda harus memberikan perhatian lebih padanya. Itulah tanda-tanda gejala dini orang berisiko alami percobaan bunuh diri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya