Belum Dikabari Soal Harga Bank Mutiara, DPR Bakal Panggil LPS

Pada Desember 2013, Bank Mutiara kembali mendapat suntikan dana sebesar Rp 1,25 triliun dari LPS.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 15 Sep 2014, 19:57 WIB
Bank Mutiara (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi XI DPR RI mengaku akan memanggil para petinggi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ‎terkait belum adanya transparansi mengenai harga penjualan PT Bank Mutiara Tbk ke J Trust Co. Ltd.

"Kami akan minta penjelasan soal itu, kami akan ajukan pada pimpinan untuk panggil LPS terkait penjualan Bank Mutiara,"‎ kata Anggota Komisi XI DPR RI, Maruarar Sirait di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/9/2014).

Menurut Maruarar, sebagai anggota parlemen dirinya berharap penjualan Bank Mutiara meski kali ini menjadi batas akhir, harganya tetap sesuai dengan dana talangan (bailout) yang sudah digelontorkan oleh LPS.

Pada 24 November 2008 hingga 24 Juli 2009 Bank Mutiara yang dahulu bernama Bank Century mendapat suntikan modal hingga Rp 6,76 triliun. Lalu pada Desember 2013 Bank Mutiara kembali mendapat suntikan dana sebesar Rp 1,25 triliun.

Dengan pemberian dana suntikan pada 2009 dan 2013 tersebut, total dana yang telah dikeluarkan oleh LPS mencapai Rp 8 triliun.

‎Maruarar melanjutkan, pemanggilan LPS oleh DPR tersebut tidak terlepas dengan panjangnya proses penjualan bank tersebut, baik saat masih bernama Bank Century maupun sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara.

"Bank itukan sudah di bailout besar, jadi tentu perlu dijelaskan, kami mengingat bank itu punya permasalahan hukum dan politik, dan ada tim pengawasnya," jelas Maruarar.

Sayangnya, dirinya belum bisa memastikan kapan pemanggilan tersebut akan diagendakan. Mengingat hal itu harus diajukan dulu ke Ketua Komisi XI.

‎Seperti diketahui, ini adalah kedua kalinya J Trust Co membeli bank di Indonesia, setelah sebelumnya pada Desember 2013 membeli 10 persen saham  PT Bank Mayapada Internasional Tbk.

Alasan perusahaan asal Jepang tersebut membeli Bank Mutiara karena sektor perbankan di Indonesia diperkirakan akan tumbuh pesat dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

"Melalui ini, kami ingin lebih berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memenuhi permintaan di bidang keuangan ritel daerah yang berkembang pesat seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat," kata J Trust Group dalam keterangan tertulisnya. (Ya‎s/Gdn)‎


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya