241 Rumah Warga Miskin Bakal Dibedah

Mensos dan tim akan membedah 241 ruma warga miskin di daerah Guci, Tegal.

oleh Liputan6 diperbarui 20 Agu 2014, 20:30 WIB
Ilustrasi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Letak geografis Desa Guci, Kecamatan Bumi Jawa, berada di ketinggian 1250 meter di bawah permukaan laut (dpl) dengan posisi persis di lereng utara Gunung Slamet yang telah ditetapkan status siaga 3.

“Kami akan melakukan bedah rumah tidak layak huni sebanyak 241 milik warga miskin, tapi sebelumnya akan dirubuhkan dan dijadikan rumah layak huni, ” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat kunjungan kerja di di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (20/8/2014) pagi.

Di Desa Guci terdapat 5000 rumah tidak layak huni. Rumah yang akan dibedah telah diverifikasi berdasarkan tingkat keterancaman, risiko dan prioritas.

Mensos tiba di Desa Guci pukul 21.00 WIB dan bermalam di rumah salah seorang warga, Selasa (19/8/2014). Acara perdana dibuka dialog dengan warga setempat. Secara khusus, Mensos mengajak warga untuk arif dan tenang menghadapi bencana. Alam ada waktunya untuk bereaksi, dan selalu alam akan memberikan berkah dibalik reaksinya.

“Jangan panik, ikuti aturan evakuasi bencana dan lakukan simulasi secara terjadwal, ”pinta Mensos.

Selama ini, Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki skema untuk penanggulangan bencana pada masa kedaruratan, maupun dalam ketersediaan atau logistic supporting system.

Selain itu, Kemensos juga telah memfasilitasi daerah dengan gudang yang berisi peralatan bencana dan buffer stock. Pada saat kedaruratan Bupati bisa mengeluarkan kebutuhan beras hingga 50 ton. Jika dirasa masih kurnag, maka Mensos bisa menambahkan sampai di atas 100 ton.

Kondisi teranyar, Badan Meterologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan Gunung Slamet tertutup kabut diiringi asap kecoklatan dan api pijar membumbung hingga ketinggian lebih dari 600 meter, 91 kali dentuman ringan sampai sedang, terkadang bergemuruh, dan suhu di beberapa pemandian air panas di kawasan wisata Guci berkisar 50-70 derajat cersius.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya