Ini Tips Sukses versi Dino Pati Djalal

Pendiri Kultum Supermentor Dini Pati Djalal mengatakan bahwa saat ini dunia dihadapkan pada sistem meritokrasi.

oleh Septian Deny diperbarui 18 Agu 2014, 21:30 WIB
Forbes

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi sukses dalam segala hal. Namun tidak setiap orang memiliki kemauan yang kuat untuk menjadi sukses.

Pendiri Kultum Supermentor Dini Pati Djalal mengatakan bahwa saat ini dunia dihadapkan pada sistem meritokrasi. Sistem tersebut memberikan kesempatan pada semua orang untuk maju.

Sistem meritokrasi ini merupakan faktor yang akan membuat negara menjadi maju. Namun sayangnya sistem seperti ini belum begitu populer.

"Saya keliling dunia. Dunia tidak melihat apa agama anda, negara anda, tua atau muda, laki-laki atau perempuan. Tetapi yang dilihat adalah kemampuan anda. Ini yang namanya meritokrasi. Kita akan hidup di sini, kita berada dalam perkembangan sejarah," ujar dia dalam acara Kultum Supermentor ke-3 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014).

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia tengah masuk pada era di mana bisa menjadi bangsa yang akan mendunia. Dan hal ini sudah terlebih dahulu dilakukan oleh negera lain seperti China yang sukses mendunai.

"Artinya batik, wayang, angklung masakan padang, ini momen baik di mana Indonesia menduniakan dunia kita ini yang dilakukan Tiongkok, India dan Turki. Kita bukan hanya berprestasi secara lokal tapi secara internasional," lanjut dia.

Dia menjelaskan ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang atau sebuah negara bisa sukses dan maju. Pertama, harus berani bersaing dimana saja dan dengan siapa saja.

"Ini penting karena etos bersaing masih belum mapan. Di sini ambisi itu masih dianggap negatif, padahal ambisi itu baik. Oportunisme juga baik, asal dalam hal positif. Bersaing harus menjadi etos nasional bangsa," jelasnya.

Kedua, mental juara. Tidak mungkin seseorang menjadi juara jika tidak bermental juara. "Kita harus tangguh, gigih, tahan banting. Tapi lingkungan sangat memanjakan kita, membuat kita menjadi soft generation, dimana etos kerja bukan menjadi mainstream," jelasnya.

Ketiga, harus bisa berpikir besar. Dia mencontohkan Mahatma Gandhi berkata bahwa pemikiran besar memang selalu ditentang oleh orang-orang yang berpikir biasa-biasa saja.

"Di Indonesia ini sering terjadi, ini yang kita harus jaga," ungkap pria yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri ini.

Dan keempat, juga harus percaya diri. Menurut Dino jika ingin menjadi bangsa pemenang harus menjadi percaya diri. "Serta Etos kerja, tidak ada orang sukses kalau dia sinis. Bibit lokal harus bisa menjadi bibit unggul," tandasnya.(Dny/Nrm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya