Ban Ki-moon Murka Atas Serangan Israel ke Sekolah PBB di Gaza

"Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, serta staf PBB."

oleh Muhammad Ali diperbarui 25 Jul 2014, 07:12 WIB

Liputan6.com, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengaku terkejut atas serangan Israel terhadap satu sekolah yang dikelola PBB di Jalur Gaza utara. Dia pun murka atas serangan yang telah menewaskan perempuan, anak-anak, dan staf badan dunia itu.

"Keadaan masih belum jelas. Saya sangat mengutuk tindakan ini," kata Ban dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari BBC, Jumat (25/7/2014).

"Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, serta staf PBB," imbuhnya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, sedikitnya 15 orang telah tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka. Sementara Radio Israel mengatakan, tanpa mengutip sebuah sumber, bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas di sekolah PBB adalah anak-anak.

Sebelumnya diberitakan 15 orang tewas pada Kamis 24 Juli 2014 ketika serangan Israel menghantam satu sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa Bangsa di Gaza. Jumlah korban Palestina pada serangan ke-17 ini meningkat menjadi 777 orang. Demikian diungkapkan para petugas medis.

Petugas medis itu mengatakan, sedikitnya 15 orang tewas dan 200 terluka oleh serangan Israel di satu sekolah yang dikelola badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di kota utara Beit Hanun, di mana ratusan warga itu mengungsi untuk menghindari konflik kekerasan yang terjadi.

Dia tidak memberikan rincian langsung mengenai mereka yang tewas. Tapi seorang wartawan AFP di kamar mayat terdekat mengatakan mayat-mayat tiba dari tempat kejadian termasuk ibu dan bayinya berumur satu tahun.

Kematian baru ini menjadikan korban tewas pada Kamis di Gaza menjadi 82 orang, dengan 777 orang tewas secara total dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya