Lahan Teh RI Berkurang 2.000 Hektare Dalam Setahun

Akibatnya produksi teh nasional terus merosot setiap tahun.

oleh Septian Deny diperbarui 17 Jul 2014, 16:33 WIB
Peminum teh yang rutin olahraga, ukuran pinggangnya jauh lebih ramping.

Liputan6.com, Jakarta - Produksi teh nasional tiap tahun mengalami penurunan. Hal ini disebabkan beberapa faktor mulai dari terus menurunnya luas lahan perkebunan serta rendahnya produktifitas teh.

Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar Kementerian Pertanian (Kementan) Azwar Abu Bakar mengatakan,lahan perkebunan teh setiap tahunnya mengalami penurunan sekitar 2.000 hektare (ha) per tahun.

"Jadi terjadi alih fungsi lahan dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini sekitar 2.000 ha per tahun secara nasional, 60 persennya berada di Jawa Barat," ujarnya dalam konferensi pers 'Capaian Kinerja Pembangunan Perkebunan Semester I Tahun 2014' di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014).

Selain soal lahan, terus menurunkan produksi teh nasional ini juga disebabkan oleh merosotnya produktifitas tanaman teh yang ada terlebih lagi sebagian besar perkebunan teh di dalam negeri merupakan peninggalan Belanda.

"Teh yang sekarang ini ada itu peninggalan Belanda. Produktifitas menurun disebabkan karena tanamannya yang sudah tua dan kurang terawat sehingga cash flow-nya kurang begitu menarik," lanjutnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pada tahun ini Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk program peningkatan produksi teh dengan melakukan intensifikasi perkebunan teh salah satunya di wilayah Jawa Barat seluas 3.200 ha.

"Pertama kita saat ini tingkatkan dulu produktifitasnya. Misalnya dari yang tadinya  600 kg per ha diupayakan menjadi 1.000 kg per ha, malah kadang-kadang bisa jadi 3.000 kg per ha," jelasnya.

Selain itu, Kemantan juga menggandeng perusahaan dan balai perkebunan untuk meningkatkan kualitas teh.

"Petani teh tidak hanya meningkatkan produktifitas saja, tetapi kualitas juga melalui bermitra dengan perusahaan-perusahaan. Kami coba dengan dinas di daerah untuk mapping mana yang diprioritaskan dengan anggaran Rp 50 miliar itu melalui kegiatan peremajaan dan intensifikasi," tandasnya. (Dny/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya