Pelaku Pasar Tunggu Pengumuman KPU, Gerak IHSG Mendatar

Penguatan indeks saham terlalu cepat pada pekan lalu diproyeksikan mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada pekan ini.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 14 Jul 2014, 06:20 WIB
Ilustrasi IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada pekan ini. Hal itu seiring penguatan indeks saham yang terlalu cepat pada pekan lalu dan pelaku pasar yang sudah jenuh beli saham.

Pengamat pasar modal, Reza Priyambada mengatakan, IHSG mampu melewati target kisaran resistance 4.975-4.990 seiring aksi beli yang terpengaruh dengan euforia pemilihan Presiden (Pilpres) pada pekan lalu. Namun pemguatan indeks saham terlalu cepat sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah melemah jika tidak tertahan dengan rilis data positif.

"Masih adanya utang gap di level 4.989-5.008 dan 4.917-4.918 membuat IHSG memiliki peluang melemah lebih besar dibandingkan peluang untuk naik. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan," ujar Reza dalam ulasannya yang ditulis, Senin (14/7/2014).

Reza memproyeksikan, IHSG berada di rentang support 4.750-4.855 dan resistance 4.975-4.990 selama sepekan ini.

"IHSG membentuk pola menyerupai shooting star pada middle bollinger bands. MACD masih turun dengan histogram negatif yang memendek," kata Reza.

Sementara itu, Analis PT Waterfront Securities, Oktavianus Marbun mengatakan, gerak IHSG cenderung stagnan. Hal itu karena euforia politik telah berakhir sehingga tidak ada sentimen utama yang menggerakan laju indeks saham. Selain itu, pelaku pasar juga menunggu pengumuman hasil penghitungan suara yang dilaksanakan pada 22 Juli 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Level support 5.000 dan resistance 5.100 tidak terlalu banyak kalau ngikuti fundamental laporan keuangan," ujar Oktavianus.

Reza menambahkan, ada sejumlah data ekonomi yang akan menjadi perhatian pelaku pasar. Dari Jepang akan dirilis agenda ekonomi produksi industri, keputusan tingkat suku bunga acuan bank sentral Jepang dan laporan bank sentral Jepang.

Lalu dari China akan keluar data pinjaman yuan baru, tingkat pertumbuhan ekonomi, produksi industri dan penjualan ritel. Sedangkan Korea Selatan akan dirilis data tingkat pengangguran.

Data ekonomi Amerika Serikat yang akan keluar yaitu ritel penjualan, indeks harga ekspor impor, indeks NY empire state manufacturing, redbook, dan business inventories.

Selama pekan lalu, IHSG telah naik 2,5 persen atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya naik 60,69 poin atau 1,25 persen. Semua indeks utama mayoritas menguat dengan kenaikan tertinggi oleh indeks IDX 30 naik 4,02 persen, lalu diikuti indeks saham LQ45 naik 3,85 persen, dan indeks MBX menguat 2,97 persen.

Untuk sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar selama sepekan, Oktavianus merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). (Amd/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya