Meski Kerja di Tengah Laut, Pegawai Pertamina Tetap Nyoblos

PHE ONWJ memfasilitasi keberangkatan tim KPU serta saksi-saksi dari masing-masing calon ke TPS yang terletak di wilayah kerja PHE ONWJ.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 11 Jul 2014, 08:20 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kepulauan Seribu memfasilitasi hampir 1.000 pekerja di anjungan lepas pantai untuk tetap melaksanakan haknya dalam Pemilu Presiden RI (Pilpres) pada Rabu, 9 Juli 2014.
 
Executive VP PHE ONWJ Jonly Sinulingga mengatakan, PHE ONWJ memfasilitasi keberangkatan tim KPU serta saksi-saksi dari masing-masing calon ke TPS yang terletak di wilayah kerja PHE ONWJ.

"Sebelumnya, PHE ONWJ dan KPUD Kepulauan Seribu telah bekerjasama dalam penyelenggaraan pemilihan legislatif pada April lalu," kata Jonly di Jakarta, Jumat (11/7/2014).

Menurut Jonly, pekerja anjungan lepas pantai anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut memiliki jam kerja 12 hari kerja dan 12 hari libur secara bergantian. Saat mereka bekerja di tengah laut, PHE ONWJ ingin pekerja tetap menggunakan hak pilihnya.

"Kami ingin mereka tetap bisa menjalankan haknya memilih Presiden dan mensukseskan jalannya Pemilu untuk masa depan Indonesia,” tutur Jonly.
 
Jonly menambahkan, area kerja PHE ONWJ sangat luas, terbentang dari Kepulauan Seribu hingga perairan sebelah utara Cirebon. Area seluas itu merupakan tantangan terbesar dalam pelaksanaan Pilpres 2014 ini.
 
Pada Pilpres ini, PHE ONWJ kembali menyediakan empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terletak di wilayah kerja Offshore PHE ONWJ yakni di anjungan Echo, Bravo, Mike-mike dan Zulu dengan total 961 pemilih tetap. (Pew/NDw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya