Perusahaan Asal China Punya Utang Terbanyak

China Petrochemical Corp merupakan perusahaan yang menerbitkan obligasi dengan denominasi dolar AS terbesar di kawasan Asia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Juni 2014, 07:00 WIB
Uang Dolar AS. Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan sejumlah uang Dolar AS senilai miliaran rupiah yang diduga palsu. (ANTARA)

Liputan6.com, New York - Perusahaan-perusahaan asal China mempunyai utang tertinggi dibanding dengan perusahaan-perusahaan di negara lainnya termasuk Amerika Serikat (AS).

Seperti ditulis oleh Bloomberg, Senin (16/6/2014), utang perusahaan-perusahaan China mencapai US$ 14,2 triliun, lebih tinggi dibanding dengan utang perusahaan-perusahaan di Amerika yang tercatat sebesar US$ 13,1 triliun.

Menurut hasil riset dari Standard & Poor, kemungkinan besar utang perusahaan-perusahaan China tersebut akan menyentuh angka US$ 20 triliun di akhir 2018 nanti. Nilai tersebut tercatat sepertiga dari kebutuhan dana di seluruh dunia yang sebesar US$ 60 triliun.

Menurut riset tersebut, jumlah pinjaman perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan Asia Pasifik akan melampaui jumlah pinjaman dari perusahaan-perusahaan di kawasan Amerika Utara dan Eropa pada akhir 2016 nanti.

Kepala Pemeringkatan Perusahaan Standard & Poor, New York, AS, Jayan Dhru menjelaskan, peningkatan utang-utang yang dilakukan oleh perusahaan di China tersebut juga akan meningkatkan risiko gagal bayar. "Ketika risiko di China tinggi maka risiko di dunia juga ikut tinggi," jelasnya.

Ia melanjutkan, saat ini Amerika sedang dalam proses pemulihan ekonomi. Negara-negara di Eropa pun juga sedang berjuang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi fokus utama tetap ada di China.

Menurut data Bloomberg, surat utang dengan denominasi dolar AS yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan di China dan Hong Kong mencapai US$ 52,3 miliar.

China Petrochemical Corp merupakan perusahaan yang menerbitkan obligasi dengan denominasi dolar AS terbesar di kawasan Asia. Nilai obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tersebut mencapai US$ 6 miliar.

"Nilai tersebut cukup besar dalam beberapa tahun terakhir," ungkap kepala investasi Credit Agricole Suisse SA, Singapura, Simon Ip. Jumlah yang cukup besar itu kemungkinan karena ekspansi mereka ke tingkat global juga cukup besar. (Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya