Jelang Ramadan, Impor Sembako RI Melonjak

BPS menyatakan, defisit terjadi karena ada dorongan tinggi dari konsumsi domestik menjelang puasa dan lebaran.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 09 Juni 2014, 07:40 WIB
dari 14 item produk pangan utama, biasanya yang mengalami lonjakan harga hanya sebanyak 7 item.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus menambah pasokan bahan pangan atau sembako melalui impor menjelang puasa. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan harga.

Sayangnya, kegiatan importasi ini justru menekan neraca perdagangan Indonesia di periode April 2014 hingga defisit US$ 1,96 miliar. 

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, defisit terjadi karena ada dorongan tinggi dari konsumsi domestik menjelang puasa dan lebaran. Kondisi ini mengakibatkan defisit pada neraca perdagangan bulan keempat ini dari periode sebelumnya mencatatkan surplus. 
 
"Kebutuhan sapi hidup, daging sapi, susu, mentega, gula naik tajam sehingga harus impor untuk mengantisipasi puasa dan lebaran," ucap Kepala BPS, Suryamin di Jakarta, seperti ditulis Senin (9/6/2014). 

Data BPS menunjukkan, total impor sembako pada akhir Maret 2014 senilai US$ 882,07 juta dan meningkat di periode April ini menjadi US$ 1 miliar.

Masih dari data BPS, tercatat sejumlah bahan pangan atau sembako yang mengalami kenaikan impor sepanjang April lalu. Antara lain : 

1. Beras
    Impor di April 2014 sebesar US$ 13,54 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 11,22 juta

2. Kedelai
    Impor di April 2014 sebesar US$ 169,10 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 103,38 juta

3. Biji Gandum
    Impor di April 2014 sebesar US$ 267,62 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 183,29 juta

4. Gula Pasir
    Impor di April 2014 sebesar US$ 2,45 ribu atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 73

5. Daging Ayam
    Dari Maret lalu tak ada impor, namun di bulan keempat ini tercatat impor daging ayam senilai US$ 1,78 ribu. 

6. Garam 
   Impor di April 2014 sebesar US$ 11,53 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 5,54 juta

7. Tepung Terigu
    Impor di April 2014 sebesar US$ 8,15 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 3,64 juta

8. Mentega
    Impor di April 2014 sebesar US$ 19,10 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 7,33 juta

9. Minyak Goreng
   Impor di April 2014 sebesar US$ 2,94 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 2,81 juta

10. Susu
   Impor di April 2014 sebesar US$ 101,29 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 101,26 juta

11. Kelapa
  Impor di April 2014 sebesar US$ 107,31 ribu atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 75,02 ribu

12. Lada
    Impor di April 2014 sebesar US$ 4,07 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 2,08 juta

13. Kentang
    Impor di April 2014 sebesar US$ 4,18 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 2,95 juta

14. Kopi
     Impor di April 2014 sebesar US$ 9,80 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 5,53 juta

15. Kakao
     Impor di April 2014 sebesar US$ 20,66 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 13,26 juta

16. Cabai (kering tumbuk)
     Impor di April 2014 sebesar US$ 4,47 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 2,52 juta

17. Cabai (awet sementara)
     Impor di April 2014 sebesar US$ 546,82 ribu atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 509,01 ribu

18. Tembakau
     Impor di April 2014 sebesar US$ 51,31 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 24,99 juta

19. Kacang Tanah
     Impor di April 2014 sebesar US$ 38,99 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 25,04 juta

20. Kacang Hijau
     Impor di April 2014 sebesar US$ 18,92 juta atau naik dibanding Maret lalu senilai US$ 13,76 juta.(Fik/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya