Liputan6.com, Jakarta - Reporter: Septian Deny
Pengelola bandara dan maskapai diminta untuk melakukan persiapan mulai sekarang sebagai antisipasi membludaknya jumlah penumpang pengguna jasa transportasi udara pada mudik Lebaran 2014.
Pengamat Penerbangan, Dudy Sudibyo mengatakan, setiap tahun saat mudik lebaran selalu saja terjadi permasalahan yang dinilai merugikan penumpang. Salah satunya permasalahan yang sering terjadi terkait keterlambatan penerbangan pesawat sehingga penumpang harus menunggu lebih lama di bandara.
"Seperti keterlambatan pesawat. Penyebabnya kadang kecil seperti petugas yang membawa barang ke pesawat, karena harus bekerja ekstra menangani barang bawaan penumpang, kadang mereka baru bekerja 5 jam sudah kelelahan, sehingga terjadi keterlambatan," ujar Dudy saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (18/5/2014).
Selain masalah ontime performance pesawat, menurut Dudy, membludaknya calon penumpang dalam hari yang sama juga membuat pelayanan di bandara tidak optimal, ditambah lagi dengan sikap penumpang yang kurang displin juga menjadi masalah yang kerap terjadi saat mudik lebaran.
"Kami mengerti itu masalah psikologis, karena petugas bekerja lebih dari 8 jam saja mungkin sudah lelah, tetapi mungkin dari petugas itu bisa dipercepat pelayanannya. Ini yang sampai saat ini ketika hari raya selalu saja terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan bagi penumpang," kata Dudy.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) II, Daryanto mengatakan, sebagai antisipasi mudik lebaran, pihaknya telah meminta masing-masing pengelola bandara yang berada di bawah naungan AP II membuat rencana operasi pelayanan, memperbaiki fasilitas dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengamanan angkutan mudik.
"Kami minta semua fasilitas yang rusak segera diperbaiki. Kemudian juga bekerjasama dengan pihak lain dalam rangka mengamankan angkutan lebaran seperti dengan kepolisian dan pemda, itu hal yang normatif," jelas Daryanto.
Daryanto juga menyatakan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia di bandara saat ini sudah cukup untuk memberikan pelayan secara optimal. Sedang untuk kapasitas bandara, menurutnya tidak akan menjadi masalah karena beberapa bandara sudah ditambah kapasitasnya.
"SDM sekarang sudah cukup. Kemudian beberapa bandara kan sudah dan ada yang masih dalam tahap pengembangan, jadi kapasitasnya sudah dinaikan kecuali yang di Bandung (Bandara Husein Sastranegara). Yang paling ramai seperti bandara Soekarno Hatta sebagai bandara utama di Indonesia, kemudian bandara di Pekanbaru (Bandara Sultan Syarif Kasim II) dan Bandara Kualanamu," tandasnya. (Dny/Ahm)
Advertisement