Masalah Ekonomi Indonesia Tak Hanya Soal Upah

Banyak perusahaan besar tak mau berinvestasi di Indonesia karena logistik dan infrastruktur belum terbangun baik.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 30 April 2014, 14:12 WIB
(Foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai selama ini permasalah dalam negeri masih terjebak pada yang bersifat normatif yakni kenaikan upah. Padahal, selain upah masih ada yang perlu dibenahi seperti penyediaan logistik dan insfrastruktur.

Ketua Apindo Sofjan Wanadi mengatakan, jika komponen penyediaan logsitik dan infrastruktur tidak segera dibenahi maka Indonesia akan berpotensi kehilangan para investor.

"Masalah 2-3 tahun ini makin hari banyak perusahaan besar tak mau berivestasi, yang masuk hanya usaha kecil menengah (UKM) saja. Masalah dalam negeri kita bukan hanya buruh, tapi logistik, infrastruktur," kata dia.

Tak hanya itu, kata dia, kurangnya penyediaan logistik dan insfrastruktur akan berdampak pada tingginya angka angkatan kerja yang tidak terserap dengan baik. Lanjutnya, setiap tahunnya angkatan kerja nasional tumbuh sebanyak 2 juta jiwa per tahun. Sedangkan yang terserap hanya 1-1,5 juta jiwa saja.

"Kita ketahui betul, ada penambahan angkatan kerja 2 juta, yang bisa dipekerjakan 1-1,5 juta. Dan 500 ribu hingga 1 juta yang menjadi pekerja informal, TKI, preman," terangnya.

Menurut Sofyan, jika masalah ekonomi tidak segera diselesaikan dengan baik maka akan mengancam kedaulatan negara. Ia mencontohkan yang terjadi di Timur Tengah.

"Ini yang bahaya. Biasanya di negara Timur Tengah terjadi gejolak kalo general rationya 0,45. Kita harus sadar tidak ada satupun pemerintahan turun karena politik, tapi karena ekonomi. Jatuhnya Soeharto dan Soekarno karena ekonomi,"pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya