Distributor Kendaraan Kelimpungan Hadapi Persaingan Otomotif

Penjualan mobil masih stabil pada kuartal pertama 2014 di tengah persaingan industri otomotif makin ketat.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 28 Apr 2014, 19:07 WIB
(Foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menyoroti ketatnya persaingan industri otomotif di Indonesia saat ini meski penjualan kendaraan roda dua dan empat kurang bergairah seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menekan penjualan mobil dan motor di beberapa divisi otomotif.

Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk, Rico Setiawan menyebut, perseroan menargetkan penjualan mobil baru sepanjang 2014 sebesar 66.500 unit atau naik 22% dibanding tahun lalu. Sedangkan penjualan sepeda motor baru diharapkan menembus 190.000 unit atau meningkat 7%.

"Namun penjualan mobil di kuartal I 2014 ini bergerak stabil sebesar 13.937 unit dan penjualan motor mengalami kenaikan 19% menjadi 44.199 unit. Sehingga pendapatan bersih sedikit meningkat menjadi Rp 2,8 triliun dari total target di 2014 sebesar Rp 12 triliun," ujar Rico di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Lebih jauh Rico menjelaskan, dari realisasi tersebut, divisi Toyota harus menelan pil pahit karena penjualannya terhempas sebanyak 13% dari 9.207 unit di kuartal I 2013 menjadi 7.982 unit di periode yang sama tahun ini.

"Padahal Tunas Toyota punya 20 outlet diler, tapi karena ketatnya persaingan penjualan menurun," sambungnya.

Hal yang sama menimpa divisi Isuzu yang hanya berhasil menjual 228 unit mobil di periode tiga bulan ini dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 263 unit. Divisi tersebut mempunyai dua outlet yang tersebar di Jakarta.

Sementara divisi Daihatsu, tambah Rico, mencatatkan penjualan di kuartal I 2014 sebanyak 5.389 unit atau naik dibanding kuartal I 2013 sebanyak 4.198 unit karena jaringan yang tersebar di 17 outlet seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

"Sedangkan divisi mobil BMW dengan lima outletnya mengalami peningkatan penjualan dari 243 unit di Januari-Maret 2013 menjadi 337 unit di periode yang sama ini," ujarnya.

Rico menjelaskan, pihaknya optimistis penjualan mobil nasional tahun ini bisa mengalami kenaikan tipis menjadi 1,3 juta di tahun ini. Trennya masih cukup stabil seiring dengan prediksi dari Gaikindo.

"Tergantung juga hasil pemilu, kalau berjalan lancar pasar malah bisa lebih optimistis dan penjualan mobil dapat mencapai 1,4 juta unit. Karena pasar juga wait and see dengan pemilu, jika pemilu beres, semester II akan naik," terangnya.

Kata Rico, kondisi ini akan ditopang dari momen lebaran dengan penjualan mobil baru bisa melompat 10%-20%. "Biasanya menjelang lebaran pada beli mobil baru, tapi setelah lebaran bisa menurun lagi. Trennya memang begitu," tukas dia.

Meski begitu, Rico memastikan, perseroan akan tetap melakukan ekspansi atau pengembangan usaha dengan mendirikan empat cabang baru. Pihaknya menggelontorkan investasi barang modal tahun ini sebesar Rp 520 miliar.

"Sebanyak Rp 350 miliar untuk investasi kendaraan rental sedangkan Rp 170 miliar  untuk lainnya. Sumber dana dipenuhi dari 70%-80% eksternal berupa pinjaman perbankan asing dan lokal, sedangkan sisanya berasal dari dana internal," pungkas Rico.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya