Emansipasi Wanita Bagi Siti Liza

Siti Liza sangat merasakan perjuangan hebat seorang Ibu Kartini. Tanpanya, perempuan tak bisa berkarya seperti sekarang ini.

oleh Meiristica Nurul diperbarui 21 Apr 2014, 11:30 WIB
Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Merayakan Hari Kartini, bagi Siti Liza tak lagi seperti saat dirinya masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK) maupun Sekolah Dasar (SD) yang mengenakan pakaian tradisional. Meski hal itu sangat membanggakan dirinya.

"Iya waktu TK dan SD, merayakan Hari Kartini aku pakai kebaya. Buat aku itu seru banget, apalagi yang pakai pakaian adat bukan hanya perempuan tapi laki-laki juga," ungkap Siti saat dihubungi Liputan6.com, Senin (21/4/2014).

meski begitu, Siti tetap merasakan perjuangan hebat dari seorang wanita bernama Kartini. Tanpanya, perempuan Indonesia tak bisa berkarya seperti sekarang ini.

"Wanita sekarang sudah hebat-hebat. Sudah bisa berdiri di kakinya sendiri, tanpa mengandalkan orang lain. Mereka punya usaha, dan bisa berjuang sendiri. Bayangkan saja kalau nggak ada Ibu Kartini ya," ujar pelantun Cinta Hidupku ini.

Dan bagi Siti, emansipasi wanita sekarang sudah mulai melenceng dari maknanya. Terbukti dari kasus yang terjadi beberapa waktu lalu seorang wanita `ngoceh` tentang ibu hamil meminta duduk.

"Emansipasi sekarang ini sudah mulai berbelok arah dengan adanya kasus Dinda. Artinya, ini tidak menghargai perjuangan Kartini. Namun tidak semua wanita seperti itu. Banyak juga wanita yang mengartikan emansipasi itu tidak kebablasan. Mereka punya usaha, bekerja tapi tidak melupakan suami dan keluarganya, itu juga masih banyak kok," tandasnya.

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya