Pengamat: Gerindra Bisa Koalisi dengan PDIP, Asal...

Menurut Pengamat Politik UI Agung Suprio, Gerindra sangat mungkin berkoalisi dengan PDIP dengan satu syarat.

oleh Raden Trimutia HattaDiterbitkan 13 April 2014, 07:02 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Usai pileg digelar, sejumlah partai saat ini tengah sibuk menentukan langkah koalisi. Menurut Pengamat Politik UI Agung Suprio, Gerindra sangat mungkin berkoalisi dengan PDIP dengan satu syarat.

"Syaratnya, salah satu pihak ada yang mengalah untuk jadi cawapres," kata Agung dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Saat ini, kata Agung, keduanya hanya memandang politik dari cermin satu sisi semata. Prabowo melihat dirinya adalah rising star dimana suaranya terus akan meningkat, padahal tetap harus koalisi dgn partai2 lain.

"Sementara Jokowi melihat dirinya masih unggul dalam pileg padahal elektabilitasnya terus merosot tajam," imbuh dia.

Jika mereka melihat dari cermin pada dua sisinya, lanjut dia, pasti akan terjadi titik temu ideal. Yaitu, Prabowo yang terus naik elektabilitasnya dapat menjadi capres sementara Jokowi menjadi cawapresnya.

"Fenomena ini sebenarnya ulangan Pilpres 2004 dimana SBY pada pileg tahun itu punya suara lebih kecil dari Mega, namun elektabilitasnya terus menanjak sementara Mega terus menurun," jelas Agung.

Dia menambahkan, posisi SBY bisa disamakan dengan Prabowo pada saat ini. "Inilah  Projo (Prabowo-Jokowi).  Kalo duet Projo ini yg tercipta maka pilpres akan mereka libas dalam satu putaran," tukas Agung.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya