Survei JSI: Golkar Sedang Galau, Ical Jadi Kunci di Pilpres

JSI memprediksi, kandidat capres pada pertarungan pilpres pada Juli 2014 nanti hanya diikuti 3 pasang kandidat.

oleh Edward PanggabeanDiterbitkan 12 April 2014, 05:16 WIB
(Foto: Ilyas Istianur P/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) memprediksi, kandidat capres pada pertarungan pilpres pada Juli 2014 nanti hanya diikuti 3 pasang kandidat. Ketiga capres, yakni Joko Widodo dari PDIP, Prabowo Subianto Djojohadikusumo dari Partai Gerindra, dan Aburizal Bakrie (Ical) dari Partai Golkar.

"Dari ketiganya Ical menjadi kunci dari Pilpres mendatang. Karena kondisi internal Golkar saat ini sedang galau," kata Direktur Riset JSI, Eka Kusmayadi di Jakarta, Jumat (11/4/2014).

"Karena itu Ical harus menyelesaikan internal Golkar dengan cepat untuk memuluskan dirinya menjadi capres," ujar dia.

Namun, dia menilai, Ical sebaiknya mencari pasangan yang merupakan tokoh populer serta mempunyai basis masa yang jelas. Ini untuk menutupi kekurangan suara yang diperoleh Golkar saat ini.

"Golkar penuh pengalaman bisa melakukan itu, seperti Demokrat, PKB, PAN, PKS, dan Hanura. Beberapa sosok yang dapat mendorong ARB menjadi cawapres di antaranya Dahlan Iskan dan Mahfud MD," ungkapnya.

Sementara untuk Prabowo, Eka menuturkan, dia tidak mempunyai masalah di internal Partao Gerindra. Namun Prabowo memiliki kekurangan pada popularitas dan elektabilitas untuk maju sebagai capres. Karenanya Partai Gerindra membutuhkan partai yang mempunyai suara yang kuat dan sosok yang populis untuk mendorong Prabowo.

"Untuk Partai Gerindara sepertinya sudah berkomunikasi dengan Demokrat dan PPP. Bila ini terjadi akan jadi kekuatan untuk mendorong Prabowo menjadi capres. Untuk sosok pendamping di antaranya Abraham Samad, Jusuf Kalla (JK) dan Hatta Rajasa," ungkap dia.

Ketiga figur itu dinilai bisa mengangkat elektabilitas dan perolehan suara dari Prabowo. Selain itu, ketiganya dianggap bisa saling melengkapi dan sesuai dengan karakter kepemimpinan Prabowo.

Sementara itu, lanjut dia, Jokowi menjadi figur yang paling populis dan mempunyai elektabilitas tinggi dibanding Ical dan Prabowo. Kekurangan Jokowi hanyalah belum terlalu memahami ekonomi makro nasional, pemerintahan secara nasional, dan sikap yang terlalu egaliter.

"PDIP harus berkoalisi dengan partai papan tengah untuk membulatkan suara. Partai yang nampaknya cocok di antaranya Nasdem, PKB, dan partai tengah lainnya," ujarnya.

Sedangkan sosok pasangan yang bisa melengkapi Jokowi ini diantaranya JK, Hatta Rajasa. Selain itu terdengar pula nama Ryamizard Ryakudu.
Sementara untuk pasangan dari Partai Hanura, yakni Wiranto-Harry Tanoesoedibjo, JSI memprediksi jika mereka tidak akan ikut dalam Pilpres.

"Kalau mau maju WIN-HT, itu nekat. Resikonya sangat besar. Bukan hanya harus mengumpulkan koalisi yang besar. Pasangan ini juga harus menggenjot popularitas dan elektabilitas," pungkas dia.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya