Liputan6.com, Banda Aceh: Masyarakat Kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), hingga kini masih terisolasi oleh air yang menggenang di sejumlah titik setelah banjir bandang melanda wilayah itu. "Hingga saat ini kami masih terisolasi akibat terputusnya transportasi darat baik tujuan Meulaboh (Aceh Barat) maupun ke Kota Banda Aceh," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya, Imam Jaya, seperti dikutip Antara, Kamis (25/10).
Imam menjelaskan, meski cuaca sudah mulai membaik sejak tadi pagi, banjir masih menggenangi sejumlah ruas jalan, seperti di Kecamatan Teunom, Panga, dan Jaya Lamno. Ketinggian air di badan jalan berkisar 50 hingga 100 sentimeter. Dia menyatakan, harga berbagai barang kebutuhan pokok masyarakat khususnya di Calang mulai bergerak naik, misalnya mi instan mencapai Rp 5.000 per bungkus dari sebelumnya Rp 1.500 per bungkus.
Di ruas jalan Calang-Lamno (Kecamatan Jaya) terdapat sembilan titik banjir yang merendam badan jalan, terparah di Kecamatan Panga. Kemudian, Calang-Meulaboh, genangan air terparah di Kecamatan Teunom, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Banjir yang merendam sejumlah desa dan kecamatan di Aceh Jaya juga mengakibatkan lumpuhnya proses belajar-mengajar di beberapa sekolah.
Imam menambahkan, jajaran kesehatan di Aceh Jaya telah membuka posko-posko penanganan penyakit darurat yang mungkin akan muncul pascabanjir bandang. "Kami sudah siap mengantisipasi berbagai dampak banjir terkait kesehatan masyarakat dengan membuka posko di posyandu yang hampir merata ditemukan di Aceh Jaya," jelasnya.(ADO)
Imam menjelaskan, meski cuaca sudah mulai membaik sejak tadi pagi, banjir masih menggenangi sejumlah ruas jalan, seperti di Kecamatan Teunom, Panga, dan Jaya Lamno. Ketinggian air di badan jalan berkisar 50 hingga 100 sentimeter. Dia menyatakan, harga berbagai barang kebutuhan pokok masyarakat khususnya di Calang mulai bergerak naik, misalnya mi instan mencapai Rp 5.000 per bungkus dari sebelumnya Rp 1.500 per bungkus.
Di ruas jalan Calang-Lamno (Kecamatan Jaya) terdapat sembilan titik banjir yang merendam badan jalan, terparah di Kecamatan Panga. Kemudian, Calang-Meulaboh, genangan air terparah di Kecamatan Teunom, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Banjir yang merendam sejumlah desa dan kecamatan di Aceh Jaya juga mengakibatkan lumpuhnya proses belajar-mengajar di beberapa sekolah.
Imam menambahkan, jajaran kesehatan di Aceh Jaya telah membuka posko-posko penanganan penyakit darurat yang mungkin akan muncul pascabanjir bandang. "Kami sudah siap mengantisipasi berbagai dampak banjir terkait kesehatan masyarakat dengan membuka posko di posyandu yang hampir merata ditemukan di Aceh Jaya," jelasnya.(ADO)