Sembilan Korban KM Teratai Kembali Ditemukan

Sebanyak sembilan penumpang KM Teratai Prima yang tenggelam di perairan Majene, Sulbar, kembali ditemukan. Satu di antaranya sudah meninggal. Dengan demikian dari sekitar 250 penumpang, 32 orang telah ditemukan.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Januari 2009, 05:08 WIB

Liputan6.com, Majene: Setelah terkatung-katung diempas gelombang laut selama dua hari, sembilan penumpang Kapal Motor Teratai Prima yang mengalami kecelakan di perairan Baturoro, Majene, Sulawesi Barat, Ahad dini hari, ditemukan terdampar di selatan Teluk Mandar. Kapten KRI Untung Senopati, Mayor Laut Yulianus Poek, mengatakan, ke-9 korban ditemukan terpencar.

Tujuh korban yang selamat langsung dievakuasi ke Makassar, Sulawesi Selatan, menggunakan kapal kargo. Satu korban lainnya bernama Abbas (37 tahun), warga Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulsel, kini dirawat di Rumah Sakit Majene. Abbas ditemukan petugas penyelamat dalam keadaan memegang sebatang bambu. Sementara seorang perempuan tanpa identitas ditemukan meninggal dan jenazahnya masih disemayamkan di RS Majene.

KM Teratai Prima yang berlayar dari Pelabuhan Parepare menuju Samarinda mengalami kecelakan setelah dihantam angin kencang dan gelombang tinggi. Kapal bermuatan 250 penumpang tersebut langsung terbalik. Hingga Selasa (13/1) dini hari jumlah korban kecelakaan KM Teratai Prima yang ditemukan berjumlah 32 orang. Satu di antaranya ditemukan dalam keadaan sudah meniggal. Tiga korban lainnya kini sedang menjalani perawatan intensif di RS Majene  [baca: Pencarian Korban KM Teratai Terkendala Cuaca].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya