Musik Eksperimental

Musik eksperimental adalah ramuan bunyi-bunyian tak terbatas yang membangkitkan nuansa citra, rasa, dan karsa. Bukan hanya bagi sang penciptanya, tapi juga bagi mereka yang menikmatinya.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 05 April 2008, 13:27 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Alam semesta menyimpan unsur-unsur simponi musik natural nan abadi. Setiap bunyi menyatu membentuk suatu harmoni multi interpretasi.

Liputan6.com, Jakarta: Alam semesta menyimpan unsur-unsur simponi musik natural nan abadi. Setiap bunyi menyatu membentuk suatu harmoni multi interpretasi. Maka, tak aneh bila kemudian bunyi-bunyian yang terbalut dalam musik jadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan kebudayaan manusia. Musik pun menjadi jiwa dalam tradisi yang sakral.

Namun dalam perkembangannya, musik dianggap memiliki dunianya sendiri. Musik eksperimental, misalnya. Ramuan bunyi-bunyian tak terbatas yang membangkitkan nuansa citra, rasa, dan karsa. Bukan hanya bagi sang penciptanya. Namun juga bagi mereka yang menikmatinya.

Jiwa musik eksperimental mengusung setiap unsur realitas bunyi-bunyian. Dari alam semesta dan mengeksplorasi fenomena bunyi menjadi suatu suara yang unik. Umpamanya realitas bunyi di rumah sakit. Bunyi alat pendeteksi detak jantung dan bioritme dapat menjadi inspirasi suatu karya musik eksperimental.

Musik eksperimental mulanya berkembang pada era 60-an. Ini bersamaan dengan gerakan antiperang di dunia. Namun di Indonesia, musik eksperimental masih belum mendapat tempat di masyarakat. Boleh dibilang, ide musik yang terwujud dalam suatu karya cipta tidak terbatas dan selesai hanya ditampilkan di atas panggung. Media apa pun bisa menjadi ajang penampilan musik eksperimental.

Musik eksperimental memang spontan, bebas ekspresi dan bebas interpretasi. Dan, lebih jauh mengenai musik ekperimental dapat Anda saksikan selengkapnya dalam video Potret edisi 5 April 2008.(ANS/Tim Potret)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya