Liputan6.com, Banjarmasin: Adi, tersangka mutilasi kakak kandung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengaku membunuh karena dendam. Pasalnya, korban kerap memaki dan memfitnahnya. Selain itu, Adnan Wijaya juga dianggap bertindak kasar pada ibu mereka. Namun Adi mengaku memotong tubuh korban di luar kesadarannya. "Nggak sadarlah," ungkap Adi, baru-baru ini.
Tersangka membunuh kakaknya saat dia melihat Adnan masuk kamar mandi. Adi langsung menyambar sebuah kapak yang terletak di dapur dan memukul kepala kakaknya dari belakang. Korban langsung tersungkur di kamar mandi. Korban kemudian diseret keluar. Setelah itu tersangka mengambil parang dan memotong tubuh korban menjadi sembilan bagian.
Sementara itu, Kepolisian Kota Besar Banjarmasin akan memeriksa kejiwaan tersangka. Polisi menduga tersangka memiliki kelainan jiwa [baca: Tersangka Mutilasi di Banjarmasin Ditangkap]
Di tempat lain, warga Lampung menemukan sebuah potongan payudara dan usus manusia di saluran air di kawasan Trimurjo, Lampung Tengah. Polisi meyakini potongan tubuh ini adalah korban mutilasi. Adapun potongan tubuh ini pertama kali ditemukan segerombolan bocah yang tengah main di sawah.
Bagian tubuh wanita tersebut kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Sugih. Polisi mengalami kesulitan menyelidiki kasus ini karena hingga sekarang belum ada pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)
Tersangka membunuh kakaknya saat dia melihat Adnan masuk kamar mandi. Adi langsung menyambar sebuah kapak yang terletak di dapur dan memukul kepala kakaknya dari belakang. Korban langsung tersungkur di kamar mandi. Korban kemudian diseret keluar. Setelah itu tersangka mengambil parang dan memotong tubuh korban menjadi sembilan bagian.
Sementara itu, Kepolisian Kota Besar Banjarmasin akan memeriksa kejiwaan tersangka. Polisi menduga tersangka memiliki kelainan jiwa [baca: Tersangka Mutilasi di Banjarmasin Ditangkap]
Di tempat lain, warga Lampung menemukan sebuah potongan payudara dan usus manusia di saluran air di kawasan Trimurjo, Lampung Tengah. Polisi meyakini potongan tubuh ini adalah korban mutilasi. Adapun potongan tubuh ini pertama kali ditemukan segerombolan bocah yang tengah main di sawah.
Bagian tubuh wanita tersebut kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Sugih. Polisi mengalami kesulitan menyelidiki kasus ini karena hingga sekarang belum ada pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)