Merpati Mendarat Darurat di Maumere

Pesawat Fokker 100 Merpati Airlines mendarat darurat di Bandara Wai Oti, Maumere, NTT, kerena mengalami gangguan tekanan kabin. Pesawat Boeing 737 Sriwijaya Air batal terbang di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, karena gangguan mesin.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Juni 2007, 06:57 WIB
Liputan6.com, Maumere: Pesawat Fokker 100 milik Merpati Airlines rute Maumere-Kupang mendarat darurat di Bandar Udara Wai Oti, Maumere, Nusatenggara Timur, Sabtu (23/6) sekitar pukul 16.55 WITA. Keputusan untuk kembali ke bandara asal itu ditempuh karena pesawat mengalami gangguan.

Kerusakan pesawat Merpati itu mulai terasa sesaat setelah pesawat mengudara. Pilot Kapten Robu Lumanauw memutuskan untuk mendaratkan kembali pesawat di bandara. Kondisi pesawat dinilai tak layak untuk meneruskan penerbangan.

Pendaratan berlangsung mulus. Seluruh penumpang yang berjumlah 96 orang selamat. Station Service Manager PT Merpati, Fransiskus Sales, menyebutkan pesawat mengalami kerusakan pada tekanan kabin. Setelah diperbaiki, pesawat diizinkan terbang menuju kupang pada pukul 17.45 WITA.

Pesawat Boeing 737 Sriwijaya Air batal terbang karena gangguan mesin. Sulastri, seorang penumpang mengaku mendengar ledakan kecil yang diikuti percikan api pada mesin kanan pesawat. Kejadian terjadi saat pesawat mengambil ancang-ancang di landasan pacu Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Pesawat bernomor penerbangan SJ 077 itu kemudian diperbaiki selama tiga jam sebelum diizinkan terbang kembali menuju Jakarta pada pukul 21.00 WIB. Namun hanya 34 dari 126 penumpang yang bersedia terbang kembali dengan pesawat tersebut. Hingga kini pihak Sriwijaya Air belum bersedia memberikan keterangan mengenai gangguan mesin yang dialami pesawat tersebut.(TOZ/Adrian Pantur dan Erik Nopriadin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya