Kebijakan Ekonomi dan Pertanian Makin Tak Jelas

Sembilan tahun reformasi berjalan, pemerintah dinilai tidak mempunyai arah kebijakan ekonomi yang jelas. Bidang pertanian yang menjadi basis pemulihan ekonomi ditelantarkan.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Mei 2007, 18:51 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Reformasi yang telah berumur sembilan tahun tampaknya masih berjalan di tempat. Pemerintah hingga kini dinilai tak mempunyai kebijakan ekonomi yang jelas. Bahkan pemerintah menelantarkan bidang pertanian yang menjadi basis pemulihan ekonomi.

Itu terlihat dari seringnya pemerintah mengimpor beras belakangan ini. Ratusan ribu hektare lahan pertanian juga beralih menjadi perumahan dan pabrik. Lahan pertanian terancam. Departemen Pertanian memperkirakan lima sampai sepuluh tahun ke depan, 3 juta hektare lahan sawah beralih fungsi. Parahnya lagi, pemerintah mengabaikan permasalahan tersebut.

Sebagai doktor di bidang pertanian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya meluncurkan revitalisasi atau menghidupkan kembali pertanian. Yudhoyono menargetkan lahan abadi seluas 30 juta hektare. Namun, program itu mandul pada penerapannya. Lahan pertanian justru makin tergerus.

Pemerintah sepertinya tidak belajar dari krisis ekonomi pada 1997. Ketika dunia industri terguncang, pertanian menjadi bantal pengaman dengan menyerap jutaan tenaga kerja.(RMA/Tim liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya