Liputan6.com, Gianyar: Istana Tampak Siring yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali atau sekitar 40 kilometer sebelah utara Kota Denpasar masih kokoh berdiri. Istana yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Sukarno dibangun di atas tanah seluas 19 hektare dan terdiri dari empat bangunan pokok, yakni Wisma Merdeka, Wisma Negara, Wisma Bima, dan Wisma Yudhistira.
Istana yang terlihat asri dan megah ini pernah disinggahi sejumlah Presiden RI. Menurut sumber di Istana Tampak Siring, mantan Presiden Suharto paling sering bermalam di tempat itu. Selain Soeharto, anak dan cucu Bung Karno juga masih sering berkunjung dan bermalam di istana. Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri tercatat paling sering bermalam di istana tersebut.
Tempat utama dan kamar presiden ada di dua gedung, yakni Wisma Merdeka dan Wisma Negara. Dua gedung itu dihubungkan dengan jembatan kecil yang di bawahnya terdapat hamparan rumput hijau. Di depan jembatan terdapat sebuah pura dan pemandian suci yang disebut Tirta Empul. Konon, dua anak Bung Karno, Guntur Sukarnoputra dan Mega sering menghabiskan waktunya di kolam tersebut.
Hingga kini, istana yang dirawat oleh 160 orang karyawan ini, masih sering menjadi tempat persinggahan para tamu negara. Di Wisma Yudhistira dan Wisma Bima juga tersedia kamar tidur yang didesain layaknya kamar hotel untuk istirahat rombongan tamu negara. Selain menjadi tempat persinggahan presiden dan tamu negara, Istana Tampak Siring juga menjadi tempat wisata pada hari kerja. Di hari libur, istana ditutup untuk aktivitas pariwisata dan hanya digunakan untuk keperluan tamu negara.(COK/Yudha Prakoso dan Iwan Gunawan)
Istana yang terlihat asri dan megah ini pernah disinggahi sejumlah Presiden RI. Menurut sumber di Istana Tampak Siring, mantan Presiden Suharto paling sering bermalam di tempat itu. Selain Soeharto, anak dan cucu Bung Karno juga masih sering berkunjung dan bermalam di istana. Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri tercatat paling sering bermalam di istana tersebut.
Tempat utama dan kamar presiden ada di dua gedung, yakni Wisma Merdeka dan Wisma Negara. Dua gedung itu dihubungkan dengan jembatan kecil yang di bawahnya terdapat hamparan rumput hijau. Di depan jembatan terdapat sebuah pura dan pemandian suci yang disebut Tirta Empul. Konon, dua anak Bung Karno, Guntur Sukarnoputra dan Mega sering menghabiskan waktunya di kolam tersebut.
Hingga kini, istana yang dirawat oleh 160 orang karyawan ini, masih sering menjadi tempat persinggahan para tamu negara. Di Wisma Yudhistira dan Wisma Bima juga tersedia kamar tidur yang didesain layaknya kamar hotel untuk istirahat rombongan tamu negara. Selain menjadi tempat persinggahan presiden dan tamu negara, Istana Tampak Siring juga menjadi tempat wisata pada hari kerja. Di hari libur, istana ditutup untuk aktivitas pariwisata dan hanya digunakan untuk keperluan tamu negara.(COK/Yudha Prakoso dan Iwan Gunawan)