Liputan6.com, Jakarta: Aparat keamanan semakin intensif mengejar enam belas tersangka kasus Poso, Sulawesi Tengah. TNI Angkatan Darat menyiapkan dua satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 200 prajurit untuk dikirim ke Poso. Pasukan dari Komando Daerah Militer Wirabuana ini akan membantu Kepolisian RI mengamankan Kota Poso. Pasukan akan berada di bawah kendali Polri.
Pengiriman pasukan TNI AD ini dibahas dalam rapat pimpinan TNI AD di Jakarta, Jumat (26/1) siang. Agenda rapat yakni mendengarkan penjelasan Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Arief Budi Sampurno tentang perkembangan situasi terkini di Poso. Sementara situasi Kota Poso saat ini secara umum membaik.
Hingga kini, polisi mengejar 16 daftar pencarian orang yang masih buron. Aparat gabungan dari Markas Besar Polri dan Kepolisian Daerah Sulteng merazia jalan-jalan pusat Kota Poso. Polisi memeriksa setiap pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas di Kota Poso, khususnya kawasan Tanah Runtuh [baca: Belasan Tersangka Kasus Poso Terus Diburu].
Menyangkut peledakan bom di Pasar Mahesa, Palu, polisi menegaskan pelakunya adalah Abdul Muis, Dedi Parsang, dan Icang. Sedangkan penembak Sekretaris Majelis Gereja Kristen Sinode Sulteng Pendeta Irianto Kongkoli: Abdul Muis dan Dedi Parsang. Keduanya dibiayai Riansyah alias Santoso. Nama-nama itu terungkap dalam pemeriksaan sementara para tersangka yang diringkus dalam penyerbuan di Gebang Rejo, Senin silam.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
Pengiriman pasukan TNI AD ini dibahas dalam rapat pimpinan TNI AD di Jakarta, Jumat (26/1) siang. Agenda rapat yakni mendengarkan penjelasan Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Arief Budi Sampurno tentang perkembangan situasi terkini di Poso. Sementara situasi Kota Poso saat ini secara umum membaik.
Hingga kini, polisi mengejar 16 daftar pencarian orang yang masih buron. Aparat gabungan dari Markas Besar Polri dan Kepolisian Daerah Sulteng merazia jalan-jalan pusat Kota Poso. Polisi memeriksa setiap pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas di Kota Poso, khususnya kawasan Tanah Runtuh [baca: Belasan Tersangka Kasus Poso Terus Diburu].
Menyangkut peledakan bom di Pasar Mahesa, Palu, polisi menegaskan pelakunya adalah Abdul Muis, Dedi Parsang, dan Icang. Sedangkan penembak Sekretaris Majelis Gereja Kristen Sinode Sulteng Pendeta Irianto Kongkoli: Abdul Muis dan Dedi Parsang. Keduanya dibiayai Riansyah alias Santoso. Nama-nama itu terungkap dalam pemeriksaan sementara para tersangka yang diringkus dalam penyerbuan di Gebang Rejo, Senin silam.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)