Pasien Flu Burung Kembali Bertambah

Pihak Departemen Kesehatan memastikan bertambahnya pasien yang positif terjangkit penyakit mematikan itu. Dua pasien flu burung serta lima kerabatnya tengah dirawat di RS Persahabatan, Jakarta Timur.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Januari 2007, 19:32 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Memasuki musim penghujan seperti saat ini, flu burung kembali mengancam. Selasa (9/1), pihak Departemen Kesehatan memastikan bertambahnya pasien yang positif terjangkit penyakit mematikan itu. Kini, dua pasien flu burung serta lima kerabatnya tengah dirawat di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.

Pasien flu burung dengan kondisi terparah adalah Riyah. Ibu rumah tangga asal Pondok Jagung, Serpong, Tangerang, Banten, ini baru dirawat di RS Persahabatan, kemarin siang. Diketahui, empat hari sebelum Riyah sakit, ayam milik ayahnya mati mendadak dengan jengger membiru. Riyah juga tak langsung berobat ke dokter.

Untuk mengetahui dan mencegah penularan lebih lanjut, tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Depkes mengambil sampel darah dan lendir hidung dari keluarga Riyah. Di antaranya suami dan seorang kerabat Riyah yang tengah demam. Yusuf, suami Riyah, mengakui dirinya sibuk mengurusi ayam yang sakit, tapi sang istri justru jatuh sakit.

Adapun pasien flu burung lainnya yang dirawat di RS Persahabatan bernama Randi, 14 tahun. Selain Randi, 12 orang keluarga dan tetangganya warga Rawalele, Jakarta Barat ini juga dicurigai menderita flu burung. Lima di antaranya sedang dirawat di rumah sakit yang sama [baca: Enam Pasien Masih Sekeluarga dan Bertetangga].

Adanya kemungkinan penambahan cluster atau penderita flu burung dalam sekeluarga dianggap ringan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. "Apakah itu cluster atau bukan, tidak menambah status. Karena cluster yang paling tinggi pernah kita capai," ucap Siti Fadilah. Menteri Kesehatan memang boleh berkata demikian. Yang terang, semakin banyak cluster ada kekhawatiran makin mungkinnya penularan antarmanusia.

Sementara itu, warga Kampung Blok Asem, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, kini tengah cemas menyusul matinya puluhan ekor ayam secara mendadak. Apalagi sudah empat hari ini belasan warga menderita panas dan sesak napas, gejala mirip avian influenza. Meski khawatir, warga tak segera memeriksakan diri. Mereka  menunggu penanganan Dinas Kesehatan setempat.

Dan memasuki musim penghujan, flu burung lebih mudah berkembang karena sifat virusnya yang lebih bisa bertahan di suhu dingin. Lantaran itulah, masyarakat diminta waspada. Apalagi Indonesia sampai sekarang masih memegang rekor kasus flu burung terbanyak dengan angka kematian tertinggi, yakni 57 meninggal dunia dari 76 kasus [baca: Pemerintah Belum Mampu Mengatasi Korban Virus Flu Burung].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya