Gus Dur Meninggalkan Kiai Sepuh

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengatakan dirinya kini telah meninggalkan kiai sepuh dan beralih kepada kiai kampung. Hal ini dilakukan agar PKB dapat memenangi pemilu 2009.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Desember 2006, 06:54 WIB
Liputan6.com, Semarang: Mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan telah meninggalkan kiai sepuh atau kiai langitan yang menjadi poros warga Nahdatul Ulama (NU). Menurut Gusdur, dirinya kini beralih dan berkonsentrasi kepada kiai kampung yang tersebar di kantong warga NU untuk mencari dukungan kepada PKB. Demikian disampaikan Gus Dur saat menghadiri pertemuan dengan para ulama dan petinggi PKB se-Jawa Tengah di Semarang, baru-baru ini.

Menurut mantan Presiden RI keempat ini, dirinya melakukan terobosan itu agar PKB dapat memenangi pemilihan umum 2009. Dia mengatakan, peran kiai kampung sangat penting dan dapat menjadi tulang punggung PKB dalam meraih kemenangan.

Meski demikian, Gus Dur mengaku tetap menghormati kiai sepuh. Tapi secara politik dia tak lagi berhubungan. Menurut Gus Dur peran kiai sepuh yang mendirikan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) kini tak ada artinya, apalagi mempengaruhi dukungan warga NU terhadap PKB [baca: Kubu Anam Mengenalkan Partai Baru].

Sikap Gus Dur ini memang tidak lepas dari buntut perpecahan PKB antara kubu Muhaimin Iskandar dan Choirul Anam. Menurut Gus Dur, bila para anggota DPR dan DPRD dari PKB tak mendukung kubu Muhaimin Iskandar, ia akan merecall mereka.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya