Liputan6.com, Dili: Sekelompok mantan pasukan gerilya Fretilin mengaku dipersenjatai oleh Perdana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri untuk membunuh 600 tentara yang dipecat awal April silam [baca: TNI di Perbatasan Timor Leste Siaga Satu]. Pernyataan 30 tentara bersenjata ini disampaikan kepada Stasiun Televisi ABC beberapa waktu silam di Dili, Timor Leste.
Mereka mengaku anggota pasukan rahasia bentukan Alkatiri. Pimpinan kelompok yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan pula keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri Rogerio Lobato. Pada bulan silam, Rogerio memberi mereka dua buah kendaraan, seragam militer, sejumlah senjata, dan 6.000 butir amunisi.
Setelah itu mereka dipanggil ke kediaman Alkatiri. Para tentara ini menerima instruksi untuk membunuh sejumlah orang, termasuk di dalamnya 600 tentara yang dipecat Alkatiri. Namun, tuduhan itu dibantah Alkatiri. Dia menolak keterlibatannya dalam pembentukan pasukan rahasia itu.(IAN)
Mereka mengaku anggota pasukan rahasia bentukan Alkatiri. Pimpinan kelompok yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan pula keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri Rogerio Lobato. Pada bulan silam, Rogerio memberi mereka dua buah kendaraan, seragam militer, sejumlah senjata, dan 6.000 butir amunisi.
Setelah itu mereka dipanggil ke kediaman Alkatiri. Para tentara ini menerima instruksi untuk membunuh sejumlah orang, termasuk di dalamnya 600 tentara yang dipecat Alkatiri. Namun, tuduhan itu dibantah Alkatiri. Dia menolak keterlibatannya dalam pembentukan pasukan rahasia itu.(IAN)