Liputan6.com, Jakarta: Awas, penyakit diare jangan dipandang enteng. Sebab, penyakit ini tercatat sebagai satu dari lima penyebab utama kematian manusia di dunia. Bahkan badan kesehatan dunia (WHO) mencatat sebanyak 2,5 juta orang di dunia tewas setiap tahun akibat diare. Hal tersebut dikemukakan ahli penyakit dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr R.H.H. Nelwan di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Nelwan, jumlah penderita diare di Indonesia sebenarnya cukup banyak. Pasalnya, masyarakat kurang menyadari akan kebersihan diri dan makanan. Ironisnya, diare dianggap penyakit lumrah di Indonesia. Padahal bila saja pertolongan terlambat diberikan, penderita bakal mengalami dehidrasi atau kekurangan zat cair, lemas, pingsan, dan akhirnya bisa meninggal dunia. Saat ini, selain menyerang pada orang dewasa, diare juga perlu diwaspadai terjadi pada balita.
Tentu saja ada langkah antisipasi. Menurut Nelwan, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah memberikan lebih banyak cairan pada si penderita. Apabila terserang diare, masyarakat juga tak boleh sembarangan mengkonsumsi obat diare yang berada di pasaran tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebab pengobatan untuk kasus diare, obat tak hanya memperlambat gerakan usus, namun juga mengembalikan keseimbangan kerja sistem tubuh dalam pengaturan pengeluaran air dan elektrolit ke usus. Jadi, tambah Nelwan, dokter lebih mengetahui pengobatan yang dibutuhkan berdasarkan kondisi pasien.(ORS/Mira Permatasari dan Haryo Dewanto)
Menurut Nelwan, jumlah penderita diare di Indonesia sebenarnya cukup banyak. Pasalnya, masyarakat kurang menyadari akan kebersihan diri dan makanan. Ironisnya, diare dianggap penyakit lumrah di Indonesia. Padahal bila saja pertolongan terlambat diberikan, penderita bakal mengalami dehidrasi atau kekurangan zat cair, lemas, pingsan, dan akhirnya bisa meninggal dunia. Saat ini, selain menyerang pada orang dewasa, diare juga perlu diwaspadai terjadi pada balita.
Tentu saja ada langkah antisipasi. Menurut Nelwan, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah memberikan lebih banyak cairan pada si penderita. Apabila terserang diare, masyarakat juga tak boleh sembarangan mengkonsumsi obat diare yang berada di pasaran tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebab pengobatan untuk kasus diare, obat tak hanya memperlambat gerakan usus, namun juga mengembalikan keseimbangan kerja sistem tubuh dalam pengaturan pengeluaran air dan elektrolit ke usus. Jadi, tambah Nelwan, dokter lebih mengetahui pengobatan yang dibutuhkan berdasarkan kondisi pasien.(ORS/Mira Permatasari dan Haryo Dewanto)