Liputan6.com, Banyumas: Polisi menempatkan penembak jitu dan menginstruksikan tembak di tempat terhadap penjahat yang beroperasi di sepanjang perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Jalur tersebut tergolong rawan kejahatan terlebih pada musim arus mudik. Kawasan ini, seperti disaksikan SCTV belum lama ini, termasuk padat arus pemudik.
Memang, di perbatasan itu tepatnya di Banyumas dan Cilacap, tergolong rawan kejahatan. Dari catatan polisi, tindak kejahatan di wilayah Banyumas sering terjadi di ruas jalan di tengah hutan pinus, tepatnya di Kecamatan Wangon, Jatilawang, hingga Lumbir. Ketiga kawasan ini dikenal sebagai tempat ideal penjahat karena jauh dari permukiman penduduk. Di wilayah Cilacap, jalur rawan berada di Karang Pucung, Wanareja, hingga Majenang yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat.
Kawanan penjahat yang biasa disebut bajing loncat itu mengincar truk penuh muatan. Bahkan jika kepergok, pelaku tidak segan-segan melukai korban. Beberapa pengemudi truk menjelaskan, tindak kejahatan oleh kawanan bajing loncat nyaris terjadi setiap hari. Data di kepolisian wilayah Banyumas, dalam kurun waktu satu tahun bisa terjadi 40 hingga 60 kasus pemalakan dengan jumlah kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Korban tak berdaya karena jumlah pelakunya lebih dari dua orang.
Situasi semakin membahayakan para pengemudi manakala hujan mengguyur kawasan ini. Karena itu, selama arus mudik tahun ini, aparat kepolisian Banyumas berpatroli rutin selama 24 jam di jalur sepanjang 90 kilometer. Beberapa titik yang kerap digunakan pelaku beraksi, ditempatkan penembak jitu. Instruksinya pun tegas, yaitu tembak di tempat bagi penjahat yang nekat beraksi selama arus mudik Lebaran.(YYT/Mardianto dan Heri Susanto)
Memang, di perbatasan itu tepatnya di Banyumas dan Cilacap, tergolong rawan kejahatan. Dari catatan polisi, tindak kejahatan di wilayah Banyumas sering terjadi di ruas jalan di tengah hutan pinus, tepatnya di Kecamatan Wangon, Jatilawang, hingga Lumbir. Ketiga kawasan ini dikenal sebagai tempat ideal penjahat karena jauh dari permukiman penduduk. Di wilayah Cilacap, jalur rawan berada di Karang Pucung, Wanareja, hingga Majenang yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat.
Kawanan penjahat yang biasa disebut bajing loncat itu mengincar truk penuh muatan. Bahkan jika kepergok, pelaku tidak segan-segan melukai korban. Beberapa pengemudi truk menjelaskan, tindak kejahatan oleh kawanan bajing loncat nyaris terjadi setiap hari. Data di kepolisian wilayah Banyumas, dalam kurun waktu satu tahun bisa terjadi 40 hingga 60 kasus pemalakan dengan jumlah kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Korban tak berdaya karena jumlah pelakunya lebih dari dua orang.
Situasi semakin membahayakan para pengemudi manakala hujan mengguyur kawasan ini. Karena itu, selama arus mudik tahun ini, aparat kepolisian Banyumas berpatroli rutin selama 24 jam di jalur sepanjang 90 kilometer. Beberapa titik yang kerap digunakan pelaku beraksi, ditempatkan penembak jitu. Instruksinya pun tegas, yaitu tembak di tempat bagi penjahat yang nekat beraksi selama arus mudik Lebaran.(YYT/Mardianto dan Heri Susanto)