Permana Agung: Mereka Ingin Menyingkirkan Saya

Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyadari bahwa upaya menghabisi penyelundupan bakal membuat pihak tertentu marah dan bermanuver menyingkirkan dirinya.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 April 2001, 14:48 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Berani dan jujur menjadi kriteria Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang baru. "Kalau kurang berani, mana mungkin menahan 150 mobil mewah (selundupan)," kata Permana Agung kepada Indiarto Priadi dalam dialog Liputan 6 Siang di Jakarta, Kamis (12/4). Sejak awal, Dirjen Bea dan Cukai yang bakal digeser itu menyadari bahwa upayanya menegakkan hukum bakal disikut dari berbagai arah. "Mereka bermanuver supaya saya disingkirkan," kata dia sembari menarik napas panjang.

"Saya agak surprise (terkejut)," kata dia, jujur. Kabar tentang pencopotan itu dia dengar di Denpasar, Bali. "Saya dan teman-teman baru saja menggagalkan 15,22 kilogram kokain di sana," kata Permana, menjelaskan. Dia berpendapat, kinerja jajarannya lumayan baik. Belum pernah dalam sejarah Bea dan Cukai menggagalkan 13 tanker bahan bakar minyak seperti yang dilakukan timnya.

Dia menambahkan, Bea dan Cukai memiliki lima tugas berat. Bea dan Cukai harus melindungi masyarakat dari penyelundupan narkotik dan obat-obatan berbahaya serta melindungi kalangan industri dari produk impor yang bisa mematikan usaha mereka. Bea dan Cukai juga mesti mengawasi penyelundupan senjata api dan menjalankan 100 lebih aturan untuk menangkal penyaluran obat hingga mobil mewah tanpa izin. Bahkan, Bea dan Cukai telah menyumbang Rp 16 triliun dari penyelundupan. Bahkan target pajak barang mewah Rp 27 triliun telah dipenuhi. Namun, dia yakin pemimpin mempunyai pemikiran sendiri.

Sementara itu, pemerintah berencana mengalihkan sebagian kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam pemeriksaan barang impor. Kemungkinan besar kewenangan itu bakal diserahkan ke PT Sucofindo. Hal tersebut bertaut erat dengan aksi penyelundupan yang marak beberapa bulan terakhir.

Menanggapi itu, Direktur Utama Sucofindo Didi Tedjosumirat mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah. Demikian ditegaskan Didi di Jakarta, Kamis (12/4). Didi membenarkan, pernah mengajukan proposal untuk menjalankan Risk Management Transaksi Impor. PT Sucofindo bersedia melakukan pemeriksaan prapengapalan preshipment inspection atas barang-barang berisiko tinggi.(TNA/Dian Pertiwi dan Julianus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya