<i>Sweeping</i> Laskar Umat Islam Solo Berakhir Rusuh

Sekitar 200 anggota Laskar Umat Islam Solo, Jateng, merazia sejumlah tempat hiburan malam di Solo. Mereka memukuli dua orang yang dianggap membocorkan aksi. Sebuah kafe sempat dilempari botol miras.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Oktober 2005, 14:40 WIB
Liputan6.com, Solo: Razia tempat-tempat hiburan malam oleh 200 anggota Laskar Umat Islam Solo, Jawa Tengah, berakhir rusuh, Senin (17/10) malam. Selain terlibat perkelahian dengan warga setempat, anggota ormas ini juga menghancurkan ratusan botol minuman keras yang disimpan di warung-warung yang mereka lalui.

Pengamatan SCTV menunjukkan mereka menyisir satu persatu tempat hiburan malam dan kafe yang ada di kawasan Gilingan dan Silir. Saat razia berlangsung, dua orang menjadi sasaran kemarahan dan pemukulan anggota laskar. Dua orang itu diduga telah membocorkan rencana sweeping dengan ikut dalam rombongan dan memberitahu pengelola tempat hiburan dan kafe penjual minuman keras. Saat rombongan melintas, tak satu pun kafe dan tempat hiburan yang buka.

Rombongan akhirnya menemukan ratusan botol minuman keras di sebuah kafe di pinggiran kota di kawasan Solobaru. Kafe yang telah ditinggal kabur pengelola itu lalu pintunya dibuka paksa beberapa anggota Laskar. Mereka bahkan menghancurkan sebuah etalase kaca yang didalamnya terdapat puluhan botol minuman keras.

Polisi yang saat kejadian berada di lokasi hanya diam dan menyaksikan saja dari jauh. Setelah menunggu Kepala Kepolisian Sektor Solobaru dan pemilik kafe yang tak kunjung datang, para laskar lalu menghancurkan berbagai botol jenis miras dengan melemparkannya ke kafe.

Menurut Koordinator Laskar Umat Islam Solo, Kholid, tindakan tersebut terpaksa mereka ambil sebagai upaya pemberantasan maksiat terutama selama Ramadan ini. Mereka menilai polisi terlalu lemah untuk bertindak tegas melakukan pemberantasan.(MAK/Ferry Aditri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya