Aksi ini adalah puncak dari ketegangan yang terjadi di antara mereka sejak pekan silam. Masyarakat menilai pengembang ingkar janji dengan mengubah lahan untuk fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah menjadi kompleks perumahan dan rumah toko. Padahal masalah ini telah dibahas berkali-kali dalam rapat. Karena itu warga mengambil kesimpulan jika PT Puskopkar hanya mengejar keuntungan.
Warga yang merasa kenyamanan hidup mereka terganggu menjadi emosi. Berbekal berbagai jenis senjata, massa kemudian menyerang puluhan pemuda yang menjaga kantor PT Puskopkar. Desingan peluru mereka acuhkan. Polisi yang kalah jumlah menyerah. Penduduk pun langsung mengejar penjaga kantor pengembang yang kocar-kacir.
Advertisement
Merasa di atas angin, massa semakin tak terkendali. Mereka merusak mobil dan kantor Puskopkar. Di antara warga ada yang melempar bom molotov sehingga atap kantor terbakar. Aksi ini tak meluas setelah polisi menambah personel dan membubarkan massa.(YAN/Yusril Ardanis)