Ratusan Warga Pandau Permai Mengamuk

Aksi massa ini terjadi setelah warga merasa dibohongi pihak pengembang yang mengubah lahan untuk sekolah dan rumah ibadah menjadi kompleks perumahan dan ruko. Tembakan peringatan personel Brimob dianggap angin lalu.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 September 2005, 20:41 WIB
Liputan6.com, Kampar: Ratusan warga bentrok dengan sejumlah penjaga pengembang perumahan di Pandau Permai, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (24/9). Mereka tak takut dengan sejumlah tembakan peringatan yang diletuskan personel Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau. Massa bahkan merusak mobil dan kantor PT Puskopkar selain memukuli penjaga kantor. Tak ada korban jiwa dalam amuk massa ini.

Aksi ini adalah puncak dari ketegangan yang terjadi di antara mereka sejak pekan silam. Masyarakat menilai pengembang ingkar janji dengan mengubah lahan untuk fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah menjadi kompleks perumahan dan rumah toko. Padahal masalah ini telah dibahas berkali-kali dalam rapat. Karena itu warga mengambil kesimpulan jika PT Puskopkar hanya mengejar keuntungan.

Warga yang merasa kenyamanan hidup mereka terganggu menjadi emosi. Berbekal berbagai jenis senjata, massa kemudian menyerang puluhan pemuda yang menjaga kantor PT Puskopkar. Desingan peluru mereka acuhkan. Polisi yang kalah jumlah menyerah. Penduduk pun langsung mengejar penjaga kantor pengembang yang kocar-kacir.

Merasa di atas angin, massa semakin tak terkendali. Mereka merusak mobil dan kantor Puskopkar. Di antara warga ada yang melempar bom molotov sehingga atap kantor terbakar. Aksi ini tak meluas setelah polisi menambah personel dan membubarkan massa.(YAN/Yusril Ardanis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya