Liputan6.com, Gianyar: Sebuah arca berbentuk manusia ditemukan warga di Lapangan Astina, Gianyar, Bali, baru-baru ini. Arca batu setinggi 36 sentimeter ini diperkirakan berumur hampir 2.000 tahun berasal dari zaman Megalitikum atau awal abad dua Masehi.
Arca ini ditemukan pertama kali saat seorang pekerja tengah menebang pohon beringin. Awalnya, arca ini dianggap batu biasa oleh penemunya yang kemudian menitipkannya di pos polisi yang ada di sekitar lokasi. Setelah diteliti Tim Balai Arkeologi Denpasar, baru diketahui benda ini bernilai sejarah.
Menurut Kepala Balai Arkeologi Denpasar Agung Oka Astawa, ada dua kemungkinan soal asal arca. Pertama, arca berasal dari awal abad II Masehi pada zaman Megalitikum. Pada saat itu, arca berfungsi sebagai sarana pemujaan leluhur. Kedua, arca berumur sama dengan saat berdirinya Puri Gianyar 1771. Alasannya, setiap pembangunan puri pasti disertai penanaman pohon beringin di alun-alun kerajaan.(ORS/Aries Wicaksono dan Putu Setiawan)
Arca ini ditemukan pertama kali saat seorang pekerja tengah menebang pohon beringin. Awalnya, arca ini dianggap batu biasa oleh penemunya yang kemudian menitipkannya di pos polisi yang ada di sekitar lokasi. Setelah diteliti Tim Balai Arkeologi Denpasar, baru diketahui benda ini bernilai sejarah.
Menurut Kepala Balai Arkeologi Denpasar Agung Oka Astawa, ada dua kemungkinan soal asal arca. Pertama, arca berasal dari awal abad II Masehi pada zaman Megalitikum. Pada saat itu, arca berfungsi sebagai sarana pemujaan leluhur. Kedua, arca berumur sama dengan saat berdirinya Puri Gianyar 1771. Alasannya, setiap pembangunan puri pasti disertai penanaman pohon beringin di alun-alun kerajaan.(ORS/Aries Wicaksono dan Putu Setiawan)