Liputan6.com, Purwakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membantah anggapan bahwa program revitalisasi di pertanian, perikanan dan kehutanan hanya retorika. Yudhoyono menyatakan, pemerintah tak akan main-main dalam menerapkan revitalisasi dan program lainnya. "Anggaplah itu menjadi cambuk buat kita," kata Presiden Yudhoyono saat mencanangkan Program Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (11/6).
SBY--panggilan akrab Susilo--menyatakan, program revitalisasi itu menjadi tanggung jawab Departemen Pertanian, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan serta Kementerian Koordinator Perekonomian. Pelaksanaannya terarah pada empat fokus, yaitu ketahanan pangan, kesempatan usaha baru dan sumber pertumbuhan, promosi ekspor serta pengembangan produk baru. Program ini akan memakan jangka waktu 2005 hingga 2025 [baca: Pejabat Daerah Diminta Memperhatikan Rakyat].(MAK/Zulkarnain dan Doni Indradi)
SBY--panggilan akrab Susilo--menyatakan, program revitalisasi itu menjadi tanggung jawab Departemen Pertanian, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan serta Kementerian Koordinator Perekonomian. Pelaksanaannya terarah pada empat fokus, yaitu ketahanan pangan, kesempatan usaha baru dan sumber pertumbuhan, promosi ekspor serta pengembangan produk baru. Program ini akan memakan jangka waktu 2005 hingga 2025 [baca: Pejabat Daerah Diminta Memperhatikan Rakyat].(MAK/Zulkarnain dan Doni Indradi)