Strategi Telkom Cetak 16 Ribu Talenta AI hingga ke Pelosok Papua

Telkom memilih jalur pengembangan talenta lokal melalui program AI Campus dan AI Connect. Seperti apa?

Diterbitkan 03 Maret 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dominasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terpusat di Jakarta coba didobrak oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui inisiatif bertajuk AI Empower Indonesia, Telkom berkomitmen melakukan pemerataan literasi AI dengan melatih belasan ribu talenta lokal dari berbagai wilayah, mulai dari Medan hingga Papua.

Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengungkapkan salah satu tantangan terbesar industri saat ini adalah mahalnya biaya dan sulitnya mencari pakar AI.

Oleh karena itu, Telkom memilih jalur pengembangan talenta lokal melalui program "AI Campus" dan "AI Connect".

"Kami tidak ingin AI hanya dinikmati orang Jakarta. Kami membangun sembilan AI Center di berbagai kota seperti Jogja, Malang, Makassar, Medan, Bandung, hingga Denpasar dan Papua. Hasilnya, saat ini sudah ada lebih dari 16.000 talenta yang kami didik dan 5.000 sertifikasi global yang diterbitkan," ungkap Komang dalam pemaparannya, Senin (2/3/2026) di Jakarta.

Inisiatif "AI Campus" sendiri telah menggandeng 10 universitas terkemuka di Indonesia. Kerja sama ini mencakup penelitian bersama, program magang, hingga komersialisasi produk AI hasil riset kampus untuk ditawarkan ke pasar industri.

Komang menilai kampus adalah sumber utama produksi talenta yang harus dihubungkan langsung dengan kebutuhan pasar.

"Setiap kampus punya tingkat kematangan yang berbeda. Ada yang sudah bisa bikin produk untuk kita jual bersama, ada yang masih tahap pengembangan modul. Semuanya kita rangkul agar terjadi transfer pengetahuan," tuturnya.

 

AI Connect

Selain itu, Telkom menghadirkan pilar "AI Connect" sebagai pusat fisik di daerah-daerah. Gedung-gedung Telkom di daerah dialihfungsikan menjadi AI Center yang bisa digunakan oleh komunitas lokal untuk pelatihan, sertifikasi, maupun acara kolaborasi.

Tujuannya adalah membangun ekosistem lokal yang mandiri sehingga talenta daerah memiliki daya saing global tanpa harus hijrah ke ibu kota.

Tak berhenti di sisi edukasi, Telkom juga mempermudah akses teknologi bagi pengusaha daerah melalui platform "Epilogy". Platform ini menyediakan 22 API (Application Programming Interface) AI yang siap pakai.

"Misalnya ada pemilik toko ritel di daerah ingin memasang kamera pintar yang bisa menghitung jumlah pengunjung secara otomatis, mereka tinggal gunakan API dari kami. Tidak perlu bangun sistem dari nol," Komang menjelaskan.

 

Ekonomi Baru yang Inklusif

Dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media, Telkom berharap AI dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.

"Visi kami adalah menjadi enabler. Kami ingin birokrasi lebih efisien dan industri lokal semakin kompetitif melalui pemanfaatan AI yang merata," pungkasnya.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)