Sukses

Elon Musk: Twitter Bakal Punya Langganan Bebas Iklan, Tapi Lebih Mahal

Liputan6.com, Jakarta - Di bawah kepemimpinan Elon Musk, Twitter terus melakukan berbagai perombakan besar-besaran, salah satu paling banyak mendapatkan sorotan adalah keberadaan fitur-fitur berlangganan melalui Twitter Blue.

Beberapa hari lalu, Twitter meluncurkan tampilan baru, di mana pengguna bisa melakukan swipe di aplikasi, untuk berpindah linimasa ke For You, Following, dan Lists. Selain itu, Twitter juga merilis fitur Bookmarks.

Soal fitur berbayar, dalam sebuah cuitan terbarunya, sang CEO Tesla mengungkapkan ke depannya, Twitter bakal merilis paket berlangganan bebas dari iklan, dengan harga lebih mahal.

"Iklan terlalu sering di Twitter dan terlalu besar. Mengambil langkah untuk mengatasi keduanya dalam beberapa pekan mendatang," kata Musk di akun Twitter resminya, dikutip Minggu (22/1/2023).

"Juga, akan ada langganan dengan harga lebih mahal yang memungkinkan nol iklan," imbuhnya. Belum diketahui harga layanan bebas iklan Twitter ini.

 

Paket bebas iklan dengan harga lebih mahal itu diungkapkan Musk, di antara beberapa fitur baru Twitter yang bakal rilis di platform media sosial itu.

Dia juga menyebut, dalam beberapa bulan mendatang, Twitter akan menerjemahkan dan merekomendasikan "tweet-tweet luar biasa" dari orang-orang di negara dan budaya lain.

"Ada banyak cuitan epik di negara lain setiap harinya (khususnya Jepang)" kata Elon Musk dalam sebuah utas lain. "Cuitan akan diterjemahkan dulu sebelum direkomendasikan."

Mengutip The Verge, untuk langganan Twitter Blue saat ini, Twitter memberikan beberapa fitur seperti centang biru, undo tweet, unggahan video 1080p lebih panjang, mode baca untuk utas, dan peringkat prioritas obrolan. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Harga Langganan Twitter Blue per Tahun

Sebelumnya, Twitter juga mengumumkan harga baru untuk layanan berlangganan Twitter Blue. Pengguna dapat pilih berlangganan Twitter Blue tahunan ketimbang opsi belangganan secara bulanan baik di aplikasi iOS atau website.

Informasi dibagikan perusahaan lewat laman Help Center, Kamis (19/1/2023), dimana kini tersedia pilihan "Annually" atau "Tahunan" untuk versi web. Tertulis di laman tersebut, pengguna cukup membayar sebesar USD 84 atau sekitar Rp 1,2 jutaan.

Informasi, pilihan langganan per bulan untuk pengguna Android dan iOS sama-sama seharga USD 11 atau Rp 166 ribu, sedangkan biaya bulanan versi web hanya USD 8 (Rp 120 ribuan).

Jika dihitung, pelanggan Twitter Blue tahunan membayar layanan lebih murah yakni sebesar USD 7 (Rp 105 ribu) per bulannya--sebuah perbedaan yang tidak signifikan.

Hingga berita ini ditulis, Twitter Blue baru tersedia di beberapa negara tertentu, seperti di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Jepang.

Kabarnya, perusahaan milik Elon Musk itu akan mulai menggulirkan layanan tersebut dalam waktu beberapa bulan mendatang.

 

3 dari 4 halaman

Aturan Baru Twitter Larang Aplikasi Klien Pihak Ketiga

Sebelumnya, Twitter memperbarui aturan pengembangnya yang juga secara resmi melarang aplikasi klien pihak ketiga.

Aturan baru menyatakan, Anda tidak dapat menggunakan API (Application Programming Interface) atau konten Twitter, untuk "membuat atau mencoba membuat pengganti atau layanan atau produk serupa untuk Aplikasi Twitter."

Mengutip The Verge, Jumat (20/1/2023), aturan yang diperbarui pada hari Kamis waktu setempat itu, juga memperjelas artinya.

"Aplikasi Twitter" mengacu ke "produk, layanan, aplikasi, situs web, halaman web, platform, dan penawaran lain yang menghadap konsumen, termasuk tidak terbatas, yang ditawarkan melalui https://twitter.com dan aplikasi seluler Twitter."

Menurut Wayback Machine, klausul yang melarang layanan alternatif ditambahkan ke aturan dalam pembaruan terbaru.

Sebelumnya, beberapa aplikasi pihak ketiga seperti Tweetbot dan Twitterific, diblokir oleh platform media sosial milik Elon Musk itu, tanpa penjelasan lebih lanjut, selama sekitar satu pekan.

 

 

4 dari 4 halaman

Tweetbot dkk Diblokir

Saat itu, para pengembang di balik aplikasi-aplikasi ini, mengklaim mereka tidak menerima pemberitahuan atau komunikasi apa pun dari Twitter, mengenai apa yang sedang terjadi.

Tak lama, Twitter akhirnya buka suara soal pemblokiran layanan klien pihak ketiga seperti Tweetbot dan Twitterific.

Sempat tidak memberikan pernyataan selama beberapa hari, melalui unggahan di sebuah akun resmi, Twitter menyatakan mereka sengaja memblokir aplikasi pihak ketiga tersebut.

Namun, perusahaan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan rinci mengenai alasan pemblokiran aplikasi pihak ketiga Twitter seperti Tweetbot dan Twitterific.

(Dio/Ysl)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS