Sukses

Blizzard Batalkan Pengembangan Game World of Warcraft Mobile

Liputan6.com, Jakarta - Game World of Warcraft versi mobile dilaporkan batal rilis untuk platform iOS dan Android. Informasi ini diketahui dari laporan terbaru Bloomberg beberapa hari lalu.

Disebutkan dalam laporan tersebut, game hasil kolaborasi Blizzard dengan NetEase ini dibatalkan karena ada konflik terkait tentang persyaratan pembiayaan. Padahal, pengembangan game ini diketahui sudah berlangsung selama tiga tahun.

Tidak hanya itu, menurut laporan, ada sekitar 100 pengembang NetEase yang berpartisipasi dalam proyek pengembangan game ini sebelum akhirnya dibatalkan.

Namun seperti dikutip dari The Verge, Senin (8/8/2022), juru bicara Blizzard menyebut pihaknya masih memiliki hubungan yang baik dengan NetEase. Mereka juga membantah telah terjadi perselisihan terkait masalah keuangan.

Rencananya, game ini didesain sebagai spin-off dari World of Warcraft yang dikenal telah memiliki banyak penggemar. Kendati demikian, hingga laporan mengenai adanya pembatalan ini, belum diketahui seperti apa kisah dan gameplay yang ditawarkan dalam game.

Keputusan ini pun menimbulkan sejumlah pertanyaan, mengingat Blizzard diketahui tengah mendorong kehadirannya di platform mobile. Dalam tahun ini saja, ada dua game yang sudah diperkenalkan pengembangan tersebut, yakni Warcraft Arclight Rumble dan Diablo Immortal.

Sementara kerja sama antara Blizzard dan NetEase telah terjalin sejak 2008. Kedua perusahaan diketahui berkolaborasi dalam penggarapan Diablo Immortal.

Selain itu, NetEase juga mempublikasikan sejumlah game Blizzard, seperti Hearthsthone dan World of Warcraft di Tiongkok. NetEase juga diketahui pemilik juara dunia dari Blizzard Overwatch League, yakni Shanghai Dragons.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Diablo Immortal Kini Tersedia di Indonesia

Di sisi lain, Diablo Immortal akhirnya sudah tersedia bagi gamer iOS, Android, dan PC Windows di Indonesia.

Sebelumnya, game buatan Activision Blizzard ini sudah meluncur di beberapa negara tertentu pada 2 Juni 2022.

Informasi, Diablo Immortal mengambil latar belakang cerita setelah Diablo II: Lord of Destruction, dan hanya bisa dimainkan secara online.

Menurut tim pengembang, game ini akan tampil dengan deretan karakter, cerita, dan konten tambahan baru.

Saat pertama kali diumumkan, pengembang berencana akan meluncurkan game ini untuk perangkat mobile alias perangkat iOS dan Android.

Berjalannya waktu, Activision Blizzard memutuskan Diablo Immortal juga akan merambah ke platform PC Windows.

Pengembang mengatakan, Diablo Immortal akan mendukung fitur cross-play antara kedua platform.

Dengan fitur ini, player bisa bermain game di PC dan mobile bermain bersama.

Direktur game Diablo Immortal, Wyatt Cheng, mengungkap beberapa hal baru lainnya yang dapat gamer temukan di game ini.

Disebutkan, game versi PC ini akan mendukung kontroler, mouse dan keyboard, dan skema kontrol WASD baru.

Tak hanya itu, game ini juga akan menampilkan fitur cross-save yang memungkinkan player untuk dapat melanjutkan game mereka di PC ke HP Android atau iOS--atau sebaliknya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Diablo Immortal Tak Bisa Rilis di Belanda dan Belgia

Sementara, para gamer di Belgia dan Belanda tampaknya harus pupus harapan untuk bisa memainkan Diablo Immortal di negara itu, akibat regulasi yang melarang adanya fitur loot box.

Mengutip The Verge, Selasa (7/6/2022), dilaporkan Eurogamer, kedua negara tersebut memang diketahui melarang adanya loot box, yang dinilai sebagai sebuah bentuk perjudian.

"Diablo Immortal tidak akan tersedia di Belgia atau Belanda, dan tidak akan muncul di Battle.net atau App dan Google Play Stores Belgia dan Belanda," kata juru bicara Activison Blizzard kepada Eurogamer.

Menurut penerbit gim tersebut, keputusan tidak dirilisnya Diablo Immortal di kedua negara terkait dengan lingkungan operasional untuk gim itu di negara-negara tersebut.

"Oleh karena itu, pra-registrasi untuk gim tersebut tidak dapat diakses di pasar itu," kata Activison Blizzard mengonfirmasi.

4 dari 4 halaman

Diablo Immortal Raup Untung Rp 1,5 Triliun dalam 2 Bulan Pertama Rilis

Lalu, sejak Activision Blizzard mengumumkan kehadiran gim Diablo Immortal pada November 2018, hingga melirisnya pada Juni 2022 memang menuai banyak kontroversi.

Salah satu alasan adalah keputusan pengembang dan penerbit game untuk hanya merilis game bergenre action RPG ini hanya untuk PC Windows dan mobile.

Lainnya adalah ketika Activision Blizzard mengubah konsep seri Diablo ini menjadi game free-to-play, dengan memperkenalkan mikrotransaksi untuk mempercepat karakter naik level hingga upgrade senjata dan armor di dalam gim.

Terlepas dari berbagai ulasan beragam, game Diablo Immortal ternyata mampu menjadi "mesin uang" paling produktif bagi Blizzard dan NetEase--selaku co-developer game.

Berdasarkan laporan dari perusahaan analitik Sensor Tower, Minggu (31/7/2022), game Diablo Immortal telah menghasilkan uang lebih dari USD 100 juta atau Rp 1,5 triliun.

Angka ini terbilang cukup menakjubkan, mengingat Diablo Immortal ini baru meluncur di perangkat mobile dan PC Windows dalam kurun waktu 2 bulan.

Sensor Tower menyebutkan, gim ini lebih unggul ketimbang dari IP game besar lain yang meluncur di perangkat mobile, seperti gim Fire Emblem Heroes keluaran Nintendo.

Adapun gim Nintendo ini butuh 10 pekan untuk mencapai angka USD 100 juta, sementara Fortnite butuh waktu 12 minggu, dan Final Fantasy XV: A New Empire sekitar 22 minggu.

Walau lebih unggul dari IP gim besar, Diablo Immortal masih jauh dari Pokemon Go yang hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk mencapai angka Rp 1,5 triliun.

Sensor Tower menjelaskan, Diablo Immortal dalah gim mobile peringkat ke-13 tertinggi di dunia dalam hal perolehan pendapatan.

Sementara itu, gim buatan Activision Blizzard ini juga merupakan gim mobile RPG nomor 4 dan MMORPG kedua--dibelakang game NetEase lainnya, Fantasy Westward Journey.

(Dam/Ysl)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS