Sukses

Bill Gates Ternyata Pengguna Smartphone Layar Lipat, Merek Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Para miliarder di dunia ternyata tak melulu memilih iPhone sebagai smartphone terbaik untuk memenuhi keperluannya sehari-hari.

Pendiri Telegram Pavel Durov misalnya, memilih untuk memakai Android dan memandang iPhone secara negatif. Hal serupa dirasakan oleh pendiri Microsoft sekaligus orang terkaya ketiga di dunia Bill Gates.

Mengutip Gizchina, Minggu (22/5/2022), mantan suami Melinda French ini memilih smartphone dengan sistem operasi Android.

Pernah suatu kali Bill Gates menggunakan dua perangkat, iPhone dan sebuah smartphone Android. Namun, ia memilih smartphone dengan sistem operasi berlogo robot hijau. Bill Gates juga mengakui, Android memiliki keunggulan yang tak bisa dibandingkan dengan iPhone.

Meski begitu, pada saat yang sama, Bill Gates mengakui dirinya untuk waktu yang lama menggunakan iPhone, lalu beralih ke Android. Gates mengatakan, beralih ke Android bukan hal mudah awalnya.

Nah, baru-baru ini diketahui smartphone Android apa yang dimiliki Bill Gates untuk penggunaan sehari-harinya.

Pada salah satu forum, Bill Gates ditanya smartphone apa yang dipakai sekarang. Gates pun menjawab, dirinya adalah pengguna Samsung Galaxy Z Fold 3.

Samsung Galaxy Z Fold3. (Dok. Samsung)

Galaxy Z Fold 3 merupakan smartphone layar lipat yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman layaknya PC portabel. Samsung pun tampaknya harus berbangga karena Bill Gates lebih menyukai perangkatnya ketimbang Surface Duo 2 milik Microsoft.

Terlepas dari smartphone-nya, Bill Gates tampaknya tidak memiliki pandangan yang jelas mengenai pengambilalihan Twitter oleh Elon Musk. Ia hanya menyebut, akuisisi Twitter oleh Elon Musk bisa membuat Twitter lebih baik atau lebih baik.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Misinformasi di Twitter Bisa Lebih Buruk

Sebelumnya, Pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan, Elon Musk bisa membuat Twitter jadi platform yang lebih buruk usai membeli Twitter sepenuhnya.

Dalam CEO Council Summit yang diselenggarakan The Wall Street Journal, Bill Gates ditanya mengenai dampak Elon Musk terhadap Twitter setelah membeli jejaring sosial tersebut sebesar USD 44 miliar (Rp 635 triliun) secara tunai, bulan lalu.

Mengutip Daily Mail, Jumat (6/5/2022), Bill Gates memuji Elon Musk memiliki rekam jejak yang baik. Namun, Elon Musk juga bisa membuat penyebaran misinformasi di Twitter makin parah.

"Dia (Elon Musk) bisa membuat (penyebaran misinformasi di Twitter) makin buruk. (Twitter) bukan rekam jejaknya. Rekam jejak Elon Musk bersama Tesla dan SpaceX sangatlah mengesankan, membentuk tim engineer dan orang-orang yang bekerja di bidang tersebut menjadi tim yang hebat. Namun saya agak ragu hal itu akan terjadi kali ini (di Twitter). Tapi kita harus berpikiran terbuka dan tidak meremehkan Elon," kata Gates.

Bill Gates pun mempertanyakan niat Elon Musk terhadap aplikasi Twitter, setelah Elon Musk beli Twitter.

Mantan suami Melinda French ini mengatakan, pembelian Elon Musk atas Twitter sepenuhnya dimotivasi oleh keinginan untuk memulihkan Twitter sebagai tempat pertukaran ide secara bebas. Bahkan, Elon Musk mengatakan, dia ingin tidak ada penyensoran di Twitter demi upaya kebebasan berbicara.

Elon Musk sebelumnya menyebut dirinya merupakan pendukung kebebasan berbicara. Elon Musk juga pernah mengkritik kebijakan moderasi konten Twitter.

3 dari 4 halaman

Pertanyakan Tujuan Elon Musk Beli Twitter

Soal hal itu, Bill Gates bertanya "Kamu tahu apa tujuannya? Ketika dia (Elon Musk) berbicara tentang keterbukaan, bagaimana perasaannya tentang sesuatu seperti 'vaksin membunuh orang' atau 'Bill Gates melacak orang' adalah salah satu hal yang dirasa harus disebarkan? Jadi tidak sepenuhnya jelas, apa yang akan dilakukannya terhadap Twitter."

Bill Gates melanjutkan, "Apakah tujuannya adalah untuk apa yang jadi akhirnya, apakah itu cocok dengan gagasan mengenai penyebaran kepalsuan yang begitu cepat, teori yang aneh, apakah dia (Elon Musk) memiliki tujuan itu atau tidak?" Gates pun merenungi hal tersebut.

Sebelumnya Elon Musk mencuitkan meme yang terlihat membandingkan Bill Gates dengan emoji pria hamil. Dalam kesempatan ini, Bill Gates mengatakan, dirinya tidak ambil pusing cuitan Elon Musk itu.

Bill Gates menolak menyebut, apakah dirinya bermasalah dengan Tesla. Ia tidak menjawab hal itu, namun menekankan fokus Gates Foundation adalah menangani perubahan iklim.

"Saya tidak berpikir apakah Tesla akan berusia panjang atau pendek. Namun, yang penting adalah keseriusan seseorang tentang perubahan iklim. Saya memuji peran Tesla dalam membantu menangani perubahan iklim," Bill Gates pun memuji Elon Musk atas upaya itu.

4 dari 4 halaman

Baru Kena Covid

Pendiri Microsoft Bill Gates mengatakan bahwa dirinya positif COVID-19 dengan gejala ringan.

Pada Selasa 10 Mei, pria berusia 66 ini mengumumkan diagnosisnya dalam serangkaian tweet, menjelaskan bahwa ia menerima hasil positif meskipun telah di-vaksinasi hingga dosis ketiga atau booster.

"Saya dinyatakan positif COVID. Saya mengalami gejala ringan dan mengikuti saran para ahli dengan mengisolasi diri sampai saya sehat kembali," tulisnya mengutip People Rabu (11/5/2022).

"Saya beruntung sudah divaksinasi dan memiliki akses ke pengujian dan perawatan medis yang hebat."

Ia menambahkan bahwa Bill & Melinda Gates Foundation - sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi kemiskinan, penyakit, dan ketidakadilan di seluruh dunia - berencana untuk melakukan pertemuan luring (luar jaringan) untuk pertama kalinya sejak awal pandemi. Namun akibat terinfeksi COVID-19, terpaksa ia akan berpartisipasi secara virtual.

"The Gates Foundation berkumpul hari ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dan saya beruntung berada di [Microsoft] Teams untuk melihat semua orang dan berterima kasih atas kerja keras mereka," katanya.

"Kami akan terus bekerja dengan mitra dan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan tidak ada dari kami yang harus berurusan dengan pandemi COVID-19 lagi," ujar pria kelahiran 1955.

(Tin/Isk)